POJOKSULSEL, MAKASSAR - Nama Andi Ariani Hidayat kini tercatat dalam sejarah pelayanan keagamaan di Provinsi Sulawesi Barat. Jebolan Doktor UIN Alauddin Makassar itu resmi menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama atau Kepala KUA di Kabupaten Mamasa.
Andi Ariani Hidayat merupakan satu dari 15 perempuan yang berasal dari unsur Penyuluh Agama Islam yang dilantik sebagai Kepala KUA pada Kamis (4/6/2026).
Bagi Andi Ariani Hidayat, pencapaian tersebut bukan sekadar soal menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan strategis sebagai Kepala KUA.
Lebih dari itu, ia memandang amanah tersebut sebagai bukti bahwa kesempatan dapat diberikan kepada siapa saja yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam melayani masyarakat.
"Menjadi Kepala KUA perempuan pertama di Sulawesi Barat bukanlah tentang menjadi yang pertama, tetapi tentang membuktikan bahwa kesempatan dan amanah dapat diberikan kepada siapa saja yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam melayani masyarakat," kata Andi Ariani Hidayat.
Baca Juga: Penantian Puluhan Tahun Berakhir, Jembatan Garuda Merah Putih Resmi Dibuka di Tompobulu
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan capaian pribadi semata, melainkan hasil kepercayaan institusi serta dukungan berbagai pihak yang selama ini membersamai perjalanan pengabdiannya.
Saya berharap langkah ini dapat menginspirasi perempuan lain untuk terus berkarya, berkontribusi, dan mengambil peran strategis dalam pelayanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.
Profil Andi Ariani Hidayat:
Dr. Andi Ariani Hidayat, S.Th.I., M.H.I. menjadi salah satu figur perempuan yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Perempuan kelahiran Bulukumba, 19 Desember 1987 ini dikenal sebagai penyuluh agama Islam, penulis, pendidik, sekaligus aktivis organisasi kemasyarakatan yang aktif berkontribusi di Sulawesi Barat.
Lulusan Program Studi Tafsir Hadis dan Pascasarjana Syariah dan Hukum Islam UIN Alauddin Makassar ini memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat.
Berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari juara MTQ tingkat provinsi, penerima beasiswa S1, S2, dan S3, hingga meraih penghargaan sebagai ASN Berprestasi serta finalis dan nominator pada ajang Penais Awards tingkat provinsi dan nasional.
Dalam kiprahnya sebagai Penyuluh Agama Islam, Andi Ariani Hidayat aktif mengembangkan berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat, penguatan moderasi beragama, pendampingan kelompok rentan, serta edukasi keluarga dan keagamaan. Dedikasinya juga mendapat pengakuan melalui keterlibatannya sebagai Dewan Hakim MTQ dan STQ tingkat provinsi maupun nasional.
Selain aktif di bidang kepenyuluhan, ia juga berperan dalam berbagai organisasi strategis, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, MUI Kabupaten Mamasa, BKPRMI, dan IPARI Sulawesi Barat. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya sebagai pemimpin perempuan yang mampu membangun kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan umat.
Melalui karya ilmiah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Andi Ariani Hidayat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang moderat, inklusif, dan solutif. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam pembangunan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. ***




