POJOKSULSEL, MAROS - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki peran penting dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional di Indonesia.

Menag Nasaruddin Umar, mengungkapka, Sulsel merupakan tuan rumah pertama pelaksanaaan MTQ Nasional tahun 1970.

"MTQ tingkat nasional pertama kali digelar di Sulawesi Selatan pada 1970, bahkan MTQ kedua juga masih di sini sebelum akhirnya bergilir ke provinsi lain,” ujar Nasaruddin Umar saat pembukaan MTQ Sulsel 2026 via daring, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, fakta sejarah tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Sulawesi Selatan untuk kembali meningkatkan prestasi di tingkat nasional.

Ia berharap pelaksanaan MTQ XXXIV Sulsel menjadi momentum kebangkitan prestasi kafilah daerah di tingkat nasional.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Siapkan Kota Parepare Jadi Percontohan Gerakan Indonesia Asri, Ini Pertimbangannya!

“Jangan sampai kita yang memulai tetapi tidak pernah muncul sebagai sepuluh besar. Saya minta pembinaan qari-qariah terus ditingkatkan agar Sulsel bisa masuk tiga besar, bahkan menjadi juara pertama,” tegasnya.

Selain menyoroti sejarah, Menteri Agama juga mengungkap rencana kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan meniadakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan fokus pada pelaksanaan MTQ setiap tahun.

“Energi penyelenggaraan STQ dan MTQ itu sama. Karena itu ke depan kita arahkan semua menjadi MTQ,” jelasnya.

Menurut Nasaruddin Umar, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan dan memperkuat prestasi peserta di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Wali Kota Tasming Hamid Apresiasi Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyoroti semakin kuatnya relevansi Alquran dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, termasuk di era kecerdasan buatan.

“Tidak ada kitab suci yang sedemikian aktif dikaji di laboratorium seperti Alquran. Ayat-ayat sains di dalamnya justru semakin terbukti sejalan dengan temuan modern,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al Quran, tetapi juga mencakup berbagai cabang lain seperti kaligrafi, tafsir, hingga diskusi ilmiah terkait Al Quran.

Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel berlangsung meriah dengan berbagai penampilan spektakuler. Acara diawali dengan tari kolosal yang melibatkan sekitar 200 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Maros.

Suasana semakin semarak dengan penampilan artis religi Haddad Alwi dan Orkestra Pesantren Al Ikhlas Ujung Kabupaten Bone.

Meski tidak hadir langsung, Menteri Agama menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan.

“Seharusnya saya hadir di kampung halaman sendiri, tetapi ada tugas di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan. Namun hati saya tetap bersama Bapak Ibu sekalian di arena MTQ ini,” tutupnya.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Palantikan, Kabupaten Maros itu berlangsung meriah dengan diikuti 1.044 kafilah dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Profil Erwin Agus, Eks Ketua IMIKI Dilantik Jadi Wakil Ketua STIA Abdul Haris Makassar

Hadir langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, para bupati dan wali kota, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel beserta jajaran. ***