POJOKSULSEL, BONE - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Institut Agama Islam Negeri Bone periode 2026–2030. Ia menyerahkan berkas persyaratan di Gedung Rektorat, Senin (19/1/2026).
Dengan pendaftaran tersebut, Rahmatunnair tercatat sebagai pendaftar keempat dalam proses penjaringan bakal calon rektor IAIN Bone.
Namun, Rahmatunnair menegaskan langkah ikut bursa calon Rektor IAIN Bone, bukan didorong ambisi personal, melainkan panggilan pengabdian atas dorongan kolega dan sivitas akademika.
"Alhamdulillah hari ini, sebagai panggilan pengabdian kepada negara kepada agama. Kami juga turut untuk berkeinginan untuk berkompetisi pada pengembangan kampus kita IAIN Bone," ujar Rahmatunnair usai menyerahkan berkas.
Dalam peta gagasannya, Rahmatunnair secara tegas mengusung visi: "Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis."
Baca Juga: Mayoritas Madrasah! Ini 13 Satker Kemenag Sulsel Lolos Tahap Lanjutan Calon Pilot Project WBK 2025
Visi tersebut menjadi arah strategis untuk menjadikan IAIN Bone sebagai pusat keilmuan Islam yang tidak hanya kompetitif secara nasional, tetapi juga kuat dalam karakter, budaya, dan keberpihakan sosial.
"Dengan visi bahwa sudah tertuang dalam STATUTA, Unggul dan Humanis berbasis pengadereng sebagai basis nilai," jelasnya.
Nilai-nilai Pangadereng, yang mencakup prinsip saling memanusiakan dan menghargai, dipandang sebagai nilai universal yang relevan dalam mendasari tata kelola perguruan tinggi.
Ia pun menegaskan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab secara totalitas.
"Kami berkomitmen insyaallah, jika Amanah itu diberikan kepada kami, akan dilaksanakan sepenuh hati dan sepenuh jiwa," tambah Rahmatunnair.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Suplai Hingga 1 Ton Beras ke Dapur Umum Tagana untuk Tim SAR Pesawat ATR
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi utama, antara lain:
Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang integratif antara keilmuan Islam, sains, dan kearifan lokal dalam membentuk lulusan berkarakter dan berdaya saing.
Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kontekstual, berbasis kearifan lokal dan berdampak maslahat.
Mewujudkan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas berlandaskan nilai Pangadereng.
Mengembangkan sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan etika keilmuan.
Meningkatkan jejaring, kolaborasi, dan daya saing institusi di tingkat global berbasis inovasi teknologi.
Menurut Dr. Rahmatunnair, visi dan misi tersebut tidak dimaksudkan sebagai slogan, melainkan sebagai peta jalan perubahan kelembagaan.
“Visi ini harus turun menjadi kerja nyata. Mulai dari kurikulum yang integratif, riset yang berdampak, tata kelola yang bersih, sampai penguatan jejaring nasional dan internasional. Kampus harus hadir sebagai ruang ilmu sekaligus ruang kemanusiaan,” jelasnya.
Baca Juga: Terapkan Skema Baru, Andi Sudirman Sulaiman Percaya Anak Muda Isi Jabatan di Sulsel
Dengan mengusung basis Pangadereng, Dr. Rahmatunnair menempatkan nilai Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai fondasi budaya akademik.
Hal ini bertujuan agar relasi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tidak hanya profesional, tetapi juga beradab dan saling memuliakan. ***




