POJOKSULSEL, MAKASSAR - Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi atau JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar), memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (16/12/2025). Tahapan wawancara menjadi fokus utama dalam proses penentuan calon pejabat strategis Pemprov Sulbar.

Wawancara peserta dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, didampingi Wakil Gubernur Salim S Mengga dan Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana. Ketiganya terlibat aktif menggali kapasitas kepemimpinan, integritas, serta konsistensi sikap para peserta seleksi.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengatakan, pada sesi wawancara dirinya secara khusus menyoroti aspek karakter dan konsistensi calon pejabat. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan jabatan strategis di pemerintahan.

Baca Juga: IAIN Parepare Buka Penjaringan Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030: Simak Tahapan Lengkapnya!

"Saya lebih fokus pada karakter. Pertanyaannya memang banyak menggali konsistensi, bagaimana cara berpikirnya, bagaimana kepedulian terhadap persoalan, dan bagaimana dia menyikapi tekanan," ujar Suhardi Duka.

Ia menjelaskan, pembagian fokus penilaian juga dilakukan bersama Wakil Gubernur dan Sekda. Wakil Gubernur lebih menilai sikap serta konsistensi peserta, sementara Sekda menitikberatkan pada penguasaan tugas dan aspek teknis jabatan.

"Pak Wagub melihat dari sisi sikap dan konsistensi, sedangkan Pak Sekda lebih mendalami tugas dan teknisnya. Jadi penilaian kami saling melengkapi," jelasnya.

Baca Juga: Siap-Siap! Tarif Tol Makassar Segera Penyesuaian, Berlaku di Lima Gerbang Utama

Secara umum, Suhardi Duka menilai para peserta memiliki kapasitas yang memadai. Namun demikian, ia mengakui masih menemukan peserta yang kurang konsisten dalam menjawab pertanyaan selama sesi wawancara.

"Kalau dari sisi kemampuan, mereka rata-rata mampu. Tapi memang ada beberapa yang kurang konsisten," katanya.

Ia memastikan seluruh rangkaian wawancara seleksi JPT Pratama akan diselesaikan pada hari ini. Setelah itu, hasil penilaian akan dibahas secara bersama oleh pimpinan daerah.

Baca Juga: Prof. Wasilah Sahabuddin Sebut 6 Guru Besar sebagai Berkah Akhir Tahun STAIN Majene

“Nanti setelah selesai, kami akan berembuk bertiga, saya, Wakil Gubernur, dan Sekda,” tegas Suhardi Duka.

Lebih lanjut, Suhardi Duka menegaskan bahwa mekanisme seleksi terbuka akan terus diterapkan untuk jabatan yang bersifat promosi. Sementara untuk pengisian jabatan melalui mekanisme job fit atau mutasi pejabat eselon II, akan dilakukan dengan prosedur yang berbeda.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulbar dalam menghadirkan proses seleksi pejabat yang objektif, profesional, dan dapat dipantau langsung oleh publik. ***