POJOKSULSEL, GOWA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (DEMA FKIK) UIN Alauddin Makassar sukses menggelar FKIK Volun-Tour Camp 2025 yang dirangkaikan dengan sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penanaman pohon, pada 13–14 Desember 2025.
Kegiatan pengabdian masyarakat DEMA FKIK UIN Alauddin Makassar dipusatkan di Sanggar Samboritta Art, Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Salah satu agenda utama pengabdian masyarakat DEMA FKIK UIN Alauddin Makassar, adalah sunatan massal yang diikuti oleh 33 peserta. Proses khitan dilakukan menggunakan metode laser dan seluruh peserta mendapatkan bingkisan setelah pelaksanaan sunat.
Baca Juga: Empat Perguruan Tinggi Negeri di Sulsel Raih Badan Publik Informatif
Menariknya, peserta sunatan massal tidak hanya berasal dari Desa Bili-Bili, tetapi juga datang dari Kota Makassar serta berbagai wilayah di Kecamatan Bontomarannu.
Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diinisiasi mahasiswa FKIK UIN Alauddin Makassar.
Selain sunatan massal, DEMA FKIK UIN Alauddin Makassar juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti oleh 85 peserta.
Baca Juga: Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan status gizi melalui pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Peserta pemeriksaan kesehatan juga mendapatkan anamnesis langsung oleh dokter, serta memperoleh obat gratis sesuai dengan hasil pemeriksaan dan resep medis yang diberikan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, FKIK Volun-Tour Camp 2025 turut dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di Desa Bili-Bili dan Desa Bissoloro.
Baca Juga: Sarasehan Ekonomi IKAIE Unhas, Rektor Jamaluddin Jompa Wacanakan Rekonstruksi Strategi Pembangunan
Adapun jenis tanaman yang ditanam antara lain pohon beringin, kayu cina, nangka, dan sirsak. Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa FKIK dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di wilayah tersebut. ***




