POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pria berusia 45 tahun bernama Muh Nahir, telah ditemukan sudah tak bernyawa, Rabu (3/8/2025) sore. Warga Desa Waji, Kecamatan Tellusettinge, Kabupaten Bone, itu nekat melompat dari Jembatan Desa Watu, Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, Rabu pagi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan mengatakan, korban yang lompat dari jembatan Desa Watu Kabupaten Bone ditemukan setelah tiga jam dilakukan pencarian.

Andi Sultan menjelaskan, korban ditemukan berjarak 10 meter dari Jembatan Desa Watu Kabupaten Bone pada pukul 16.00 Wita.

Baca Juga: WR 3 Ungkap Fakta Ini Di Balik Isu Rencana Demo BEM Unsulbar Bawa 3 Ribu Massa ke Gedung DPRD Mejene

"Korban telah ditemukan oleh tim sar gabungan sekitar pukul 16.00 Wita pada jarak 10 meter dari lokasi terjatuhnya korban," kata Andi Sultan dalam keterangan tertulis.

Andi Sultan menambahkan jasad korban telah diserahkan kepada keluarga korban di rumah duka.

"Korban yang telah ditemukan tadi, langsung segera di serahkan kepada pihak keluarga korban di rumah duka," katanya,

Baca Juga: Aplikasi Byond Milik BSI Error, Nasabah Kesulitan Transaksi hingga Uangnya Tertahan

Ia menyampaikan apersiasi kepada potensi SAR yang tergabung dalam tim SAR gabungan atas kerja kerasnya dala melakukan pencarian korban lompat dari jembatan Desa Watu hingga ditemukan.

Diberitakan sebelumnya, Andi Sultan mengatakan, korban melakukan aksi nekat itu diduga karena depresi dengan penyakit yang diterita selama ini.

"Dan dari informasi yang di dapat oleh Sekdes Watu, korban melompat karena depresi akibat dari penyakit yang diidapnya tidak kunjung sembuh juga," ujar Andi Sultan.

Baca Juga: DPRD Maros Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2025, Pendapatan Turun Rp42,67 Miliar

Tim pencarian di bagi menjadi tiga SRU (Search Rescue Unit). Tim satu melakukan pencarian menggunakan rubber boat pencarian menuju hilir sungai.

Tim dua melakukan pencarian menggunakan rubber boat dengan membuat ombak buatan dari sekitar bawah jembatan.

"Satu tim menyisir hilir sungai dan tim lainnya membuat ombak buatan di sekitar lokasi kejadian, yaitu di bawah jembatan," tambah Andi Sultan. ***