POJOKSULSEL, TAKALAR – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggulirkan program Pengembangan Rumah Bibit Rumput Laut melalui Teknologi Pengkayaan di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sabtu (9/8/2025).

Program Pengembangan Rumah Bibit Rumput Laut kerja sama FIKP Unhas dan DKP Sulsel fokus pada rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii, yang selama ini menjadi andalan produksi masyarakat pesisir.

Punaga dipilih FIKP Unhas bareng DKP Sulsel sebagai lokasi pengembangan Rumah Bibit Rumput Laut, karena telah lama menjadi salah satu sentra rumput laut terbesar di Sulsel.

Baca Juga: Fatmawati Rusdi Dampingi Titiek Soeharto Cek Stok Beras Bulog Makassar, Apresiasi Mesin Rice to Rice

Ketua Prodi Budidaya Perairan FIKP Unhas, Dr. Andi Aliah Hidayani, menjelaskan, kualitas bibit rumput laut kini menjadi persoalan nasional, bukan sekadar masalah pembudidaya.

Andi Aliah menambahkan, prioritas pemerintah Indonesia adalah membuat strategi-strategi dalam menghasilkan bibit rumput laut yang unggul. Salah satunya dengan teknologi pengkayaan. Inovasi ini memberikan pengkayaan (enrichment) pada calon bibit rumput laut.

"Program rumah bibit rumput laut ini adalah penerapan modifikasi pengkaya yang diformulasi khusus (Pengkaya Rumput Laut Unhas atau PRLU) dan booster, yang diistilahkan dengan PRLU+," ungkap Andi Aliah yang merupakan ahli Genetika dan Pemuliabiakan Ikan.

Baca Juga: Menhub Bangga Semangat Muda Gubernur Andi Sudirman, Sulsel Pelopor Water Aerodrome,

Ia mengatakan, diseminasi berlangsung empat tahap, yaitu seleksi bibit, perbanyakan bibit, penebaran bibit di laut dan panen serta pengeringan.

"Diseminasi ini tujuannya mentransfer teknologi penerapan pengkayaan ke pembudidaya rumput laut di Desa Punaga dan akan berlangsung antara Agustus-November," kata alumnus magister IPB University itu.

"Tahapan pertama bulan September seleksi bibit, Oktober penebaran bibit, dan bulannNovember rencananya panen dan pengeringan," tambahnya.

Baca Juga: Titiek Soeharto Sentil Bulog Soal Harga Beras saat Pantau Gudang Bulog Panaikang Makassar

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Dr. Marlina Achmad menjelaskan, tujuan program pengembagan rumah bibit rumput laut melalui teknologi pengkayaan, merupakan kerjasama antara DKP Provinsi Sulsel dan FIKP Unhas.

Marlina Achmad berharap, transfer teknologi ini dapat menghasilkan bibit rumput laut K.alvarezii yang unggul dan berkualitas.

"Semoga ke depannya, pembudidaya rumput laut nantinya dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri atau berkelompok, sehingga ketersediaan bibit berkualitas pada saat musim ekstrim dapat dilakukan oleh pembudidaya," ucap Marlina.

Syarifuddin Dg. Sore selaku Kepala Desa Punaga, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi program pengembangan rumah bibit rumput laut Sulawesi Selatan tahun 2025.

"Masalah bibit menjadi masalah utama pembudidaya di saat terjadi perubahan musim.Saat itu pembudidaya tidak melakukan budidaya rumput laut dan itu berdampak terhadap perekonomian warga" kata Syarifuddin.

Baca Juga: Titiek Soeharto Pastikan Stok Gudang Bulog Makassar Aman, Kagumi Mesin Rice to Rice

Ia berharap kegiatan itu dapat membantu pembudidaya di Desa Punaga, terutama untuk menghasilkan bibit berkualitas yang akan mengatasi masalah perekonomian.

Kegiatan diseminasi dihadiri Tim Pelaksana Program Rumah Bibit Rumput Laut, Kepala Desa Punaga, Penyuluh P erikanan dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan KKP, kelompok pembudidaya Bina Mandiri dan Malelaya Makmur.

***