POJOKSULSEL, MAROS – Sebanyak 70 pelatih dari 35 cabang olahraga di bawah naungan KONI Kabupaten Maros mengikuti coaching clinic yang digelar sehari penuh di Gedung Baruga, Pemkab Maros, Minggu (18/5).

Kegiatan yang menghadirkan empat narasumber nasional itu bertujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pelatih di Kabupaten Marosd, khususnya dalam menghadapi Pra Porprov 2025 dan Porprov Sulawesi Selatan 2026.

“Coaching clinic ini sebagai modal mereka untuk meningkatkan kualitas atlet-atlet di Kabupaten Maros,” ujar Sekretaris KONI Kabupaten Maros, Chaerul Syahab.

Baca Juga: Nama-Nama Enam Kepala Madrasah Negeri yang Baru Dilantik di Sulbar, Termasuk 4 dari Polewali Mandar

Dikatakannya, penguatan kapasitas pelatih sangat penting dalam proses pembinaan. Sebab, kualitas atlet tak lepas dari bagaimana pelatih menyusun program latihan dan strategi kompetisi.

Materi yang diberikan dalam coaching clinic ini cukup lengkap. Mulai dari Physiology Exercise, Biomechanics Approach, Analysist of biomechanics approach and movement skill,

Mental Training, Periodisasi Latihan, hingga teori dan metodologi latihan modern.

Baca Juga: Rektor Optimistis Unhas Tembus Top 1.000 Dunia Tahun Ini, Prof JJ: Jalan ke Sana Sudah Sangat Jelas

Para peserta juga dibekali praktik langsung dalam tiga kategori besar: bela diri, permainan, dan cabang terukur.

Para pemateri yang hadir antara lain Prof. Dr. H. Andi Ihsan, Dr. Fahrizal, Dr. Andi Ridwan, Dr. Ishak Naim, serta Khaeril Anwar.

Sementara itu, mewakili Bupati Maros, Kabid Olahraga Disparpora Pemkab Maros, Farid Arif Wangsa, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memperluas wawasan dan keterampilan para pelatih.

Baca Juga: Jemaah Haji Sulsel Kembali Wafat di Makkah, Selamat Jalan Ambo Bennu Petta Nini!

“Ini adalah kesempatan bagi pelatih untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan pelatih lain agar apa yang menjadi harapan kita semua bisa tercapai,” ucap Farid dalam keterangan tertulis.

Ketua Panitia, Ridzky Al Insyirah, menambahkan bahwa coaching clinic ini sengaja digelar sebelum pemusatan latihan Pra dan Porprov.

“Jadi tidak hanya atlet tapi juga pelatihnya disiapkan. Dilakukan di awal agar nanti saat seleksi, para pelatih ini bisa memberikan bentuk-bentuk latihan yang lebih spesifik," ujarnya.

***