POJOKSULSEL, MAROS - Aroma perubahan semakin kuat di Kabupaten Maros. Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, secara resmi melantik empat Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam sebuah seremoni penuh semangat di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Kamis (24/4/2025).
Pelantikan empat kepala desa PAW bukan sekadar seremoni biasa di Kabupaten Maros, melainkan langkah cepat menyikapi kekosongan jabatan vital pasca para kepala desa sebelumnya memilih maju sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2024.
Adapun empat kepala desa PAW di Kabupaten Maros, yaitu:
Baca Juga: Gara-Gara Ini Salim S Mengga Sentil Kepala Bagian: Jangan Seperti Orang Buta Tuli!
Anita Rahman sebagai Kades Mattampapole, Kecamatan Mallawa
Muh Arsyad, S.I.Kom sebagai Kades Pattontongang, Kecamatan Mandai.
Muhammad Iqbal sebagai Kades Moncongloe, Kecamatan Moncongloe.
Anshar Hasan sebagai Kades Ma’rumpa, Kecamatan Marusu.
Turut hadir dalam momentum penting ini jajaran elite pemerintahan daerah, termasuk Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, serta unsur Forkopimda, Ketua APDESI Maros Febri Wahyu, dan para kepala desa dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menegaskan bahwa meski masa jabatan para PAW ini hanya sekitar 20 bulan, tugas mereka bukan main-main.
Baca Juga: Creators Lab Hadir di Poltekpar Makassar, Tokopedia dan TiktTok Shop Latih Mahasiswa Kreator Konten
“Pendek bukan berarti remeh. Kepala desa memegang peran krusial menjaga stabilitas desa dan menyukseskan program-program strategis nasional,” tegas Chaidir Syam dalam rilis Humas Pemkab Maros.
Chaidir Syam pun menaruh harapan besar pada empat sosok baru ini untuk langsung tancap gas, menyatu dengan program unggulan kabupaten seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratia (MBG), dan berbagai inisiatif di bidang kesehatan serta ketahanan pangan.
Sebagai informasi, Kabupaten Maros kini bangga memiliki 53 desa mandiri, dengan sisanya dalam tahap pengembangan dan hanya satu desa yang masih tergolong terpencil.
Adapun Pilkades serentak terakhir telah sukses digelar 8 April 2025.
Gelombang berikutnya akan menyusul pada 2027 untuk 60 desa lainnya, sebelum dituntaskan seluruhnya pada 2030.
***




