POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 12 kecamatan dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros terendam banjir setelah wilayah itu dilanda hujan dalam sepekan terakhir.
Dua kecamatan yang tidak terendam banjir di Kabupaten Maros, yaitu Tanralili dan Bontoa.
Dampak banjir terparah di Kabupaten Maros, yaitu Camba, Cenrana, dan Mallawa.
Kepala BPBD Maros, Towadeng mengatakan, tingginya curah hujan mengakibatkan banjir semakin meluas hingga 12 kecamatan.
Baca Juga: Garuda Asta Cita Nusantara Gelar Aksi Peduli, Bantu Korban Kebakaran di Kemayoran Jakarta
"Kemarin hanya 8 kecamatan, namun karena hujan terus turun hingga saat ini, daerah yang terdampak semakin meluas," kata Towadeny.
Saat ini, BPBD Kabupaten Maros telah menetapkan status darurat bencana.
Data sementara menunjukkan sekitar 1.000 keluarga terdampak banjir, dengan ratusan ribu rumah terendam.
Meski demikian, belum ada laporan warga yang mengungsi di posko pengungsian.
Baca Juga: Dharma Wanita Persatuan Maros Anjangsana pada 3 Desa, Sasar Korban Kecelakaan Kerja dan Warga Sakit
"Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah panggung masing-masing atau mengungsi ke rumah kerabat terdekat," katanya.
"Mereka enggan meninggalkan rumah untuk alasan keamanan barang-barang mereka," jelas Towadeng.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Namun, curah hujan yang tinggi masih menjadi ancaman serius bagi wilayah ini. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang.
Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Maros ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan.
Diharapkan langkah-langkah mitigasi segera dilakukan untuk mengurangi dampak lebih lanjut. ***




