POJOKSULSEL.com, MAROS - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan program Gerakan Edukasi Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS) di SDN 18 Belang-belang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Baca Juga: Dana Abadi Grab Rp16 Miliar untuk Mitra pada 4 Kategori Penerima. Siapa Saja?

Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi para siswa, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak di daerah, Selasa (27/8/2024).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menyebutkan bahwa Maros dipilih sebagai lokasi utama karena keberhasilannya menjadi percontohan nasional, menduduki peringkat kedua terbaik dalam program GENIUS.

Baca Juga: Abdullah Azwar Anas Dorong Peningkatan Layanan Publik di Kabupaten Maros

"Maros berhasil mereplikasi kegiatan ini secara mandiri, di mana inisiatif ini tidak lagi hanya mengandalkan anggaran dari Bappenas, tetapi juga didukung oleh partisipasi aktif dari guru dan orang tua yang menyediakan kudapan untuk siswa," ungkap Arsjad.

Saat ini, hanya tiga sekolah di Maros yang memenuhi syarat untuk menerima pangan gratis melalui program ini, dengan total 715 siswa yang sudah terverifikasi.

Pemberian kudapan sehat ini dilakukan pada saat jam istirahat, untuk membiasakan siswa makan di waktu yang tepat.

Baca Juga: 120 Pengelola Jurnal Ikut Workshop OJS Journal Upgrading and Editorial Workflow

Arsjad juga menyampaikan harapan agar para orang tua semakin memperhatikan gizi dan keseimbangan makanan anak-anak mereka.

"Saat ini angka stunting di Sulawesi Selatan masih berada di angka 27,04 persen, jauh dari target 14 persen. Namun, Maros sudah mencapai kemajuan dengan angka stunting hanya 18 persen," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, menyatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan para orang tua untuk memastikan keberlanjutan program ini setelah GENIUS berakhir.

Baca Juga: Lagi, Andalan Hati Terima B1 KWK Partai Golkar untuk Pilgub Sulsel 2024

"Kami berharap para orang tua dapat terus menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. Paham makan banyak tidak selalu baik, yang penting adalah gizi yang seimbang," ujarnya.

Program ini berbeda dengan rencana makan siang gratis yang digagas oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto, karena GENIUS hanya menyediakan kudapan.

"Program GENIUS hanya menyediakan kudapan sehat, bukan makan siang lengkap dengan karbohidrat," jelas Arsjad.

Dengan diluncurkannya program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang di kalangan orang tua dan anak-anak semakin meningkat, serta dapat mendukung upaya penurunan angka stunting di Maros dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan. ***