POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh terkesan dengan suara qori internasional Muhammad Miftah Farid.
"Ini kunci suksesnya apa ini? Kok bagus sekali?" tanya Pj Gubernur Sulbar ke Muhammad Miftah Farid.
Muhammad Miftah Farid menjawab pertanyaan Pj Gubernur Sulbar terkait kunci sukses jadi qori internasional.
Baca Juga: Multi Fungsi Tas Paspor Jemaah Calon Haji 2024 yang Didesain Lebih Besar
"Terus belajar dan minta doa sama orang tua dan guru," katanya.
Prof Zudan Arif Fakrulloh langsung memberikan beasiswa hingga lulus bagi mahasiswa semester 4 di UIN Jakarta ktu.
"Kalau begitu karena prestasinya bagus diberikan beasiswa dari provinsi untuk menyelesaikan S1-nya," katanya.
Baca Juga: 4 Nama Hasil Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah NasDem Polman, Ada Ketua Parpol hingga Birokrat
Momen malam pembukaan MTQ X Sulbar tahun 2024, Karo Tapem Pempro Sulbar Aryanto, diminya siapkan SK biasiswa untuk Muhammad Miftah Farid.
"Nanti Pak Aryanto, Pak Kari Tapem tolong besok SK untuk dik Farid saya tanda tangani untuk dapat beasiswa sampai lulus S1," ungkapnya.
Beasiswa hingga lulus u tuk Muhammad Miftah Farid adalah berkah bagi pembaca Quran yang mencintai Quran.
Baca Juga: 75 JCH Lansia Tergabung di Kloter 1 Embarkasi Makassar, Usia Tertua Kakek 90 Tahun
Ia mengatakan, Pemprov Sulbar punya program beri beasiswa kepada 20 ribu siswa di tahun 2024.
Beasiswa tersebut telah disalurkan kepada 17 ribu lebih siswa SMA/SMK dalam bentuk biaya bimbingan belajar gratis untuk masuk PTN.
Tidak hanya itu, Pj Gubernur Sulbar juga masih menyiapkan beasiswa untuk siswa SMA/SMK, S1, S2, dan S3.
Pada kesempatan yang sama, Prpf Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, punya jatah 24 beasiswa untuk yang berprestasi.
Dia baru menggunakan 8 jatah beasiswa, masing-masing tiga orang untuk mahasiswa berprestasi di Universitas Muhammadiyah Mamuju.
Baca Juga: Pastikan Akuntabilitas Pemerintah, DPRD Makassar Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan LKPJ Walikota
Ada jug yang diberikan kepada lulusan terbaik STAIN Majene, 2 imam masjid di Polman untuk S3 dan S1.
Kemudian, beasiswa untuk imam Masjid Baitul Anwar, dan beasiswa program doktor diberikan kepada seorang pendakwah, Khalid Rasyid. ***




