POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bulukumba merespons unjuk rasa warga menuntut perbaikan jalan rusak di poros Bontomanai - Kindang (Parukku - Kindang).
Kepala Dinas PUTR Bulukumba, Andi Zulkifli Indrajaya, mengatakan, perbaikan jalan rusak di poros Bontomanai - Kindang telah diusulkan ke Kementerian PUPR melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).
"Terkait ruas jalan Bontomanai - Kindang, Dinas PUTR dalam menyikapi tuntutan warga yangg meminta untuk segera dilaksanakan pekerjaan perbaikan jalan diruas jalan tersebut, dapat kami sampaikan ruas jalan tersebut telah kami usulkan ke Kementrian PUPR melalui Program Inpres Jalan Daerah ( IJD ), dan saat ini kami menunggu keputusan dari Kementrian PUPR," ungkap Andi Zulkifli Indrajaya via Whatsapp kepada wartawan pojoksulsel, Rabu (17/4/2024) malam.
Baca Juga: 14 Hari Jabat Plt Kakanwil Kemenag Sulbar, Syamsul Sampaikan Beberapa Hal Penting Ini
Andi Zulkifli Indrajaya mengatakan, pihaknya masuh menunggu keputusan dari Kementerian PUPR terkait usulan perbaikan jalan rusak poros Bontomanai - Kindang.
Sebelumnya, dilaporkan ratusan warga Kabupaten Bulukumba, tanam pisang di Poros Parukku, Desa Bulo Lohe, Kecamatan Rilau Ale, Rabu (17/4/2024).
Warga tanam pisang di Poros Parukku, sebagai bentuk protes jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Bulukumba.
Baca Juga: PTKIN Pertama di KTI, UIN Alauddin Makassar Terakreditasi Unggul dengan Nilai 367
Tanam pisang di Poros Parukku diawali dengan unjuk rasa ratusan warga empat desa, yakni Desa Bulo Lohe, Desa Anrang, Desa Tamaona, dan Desa Kindang tuntut perbaikan jalan rusak di wilayah tersebut
Koordinator unjuk rasa, Syahrul mengatakan, sekitar 300 warga dari empat desa melakukan demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Poros Paruku - Kindang.
Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bulo Lohe, Anrang, Tamaona, dan Kindang Bersatu.
"Kita sudah mengusulkan beberapa kali Musrembang di periode sebelumnya, sebelum Andi Utta terpilih. Kemudian Pak Andi Utta pernah mengatakan akan menjadikan ruas Parukku - Kindang sebagai prioritas pengerjaan ruas jalan atau pengaspalan," kata Syahrul kepada wartawan pojoksulsel pada Rabu sore via sambungan telepon.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Kini Terakreditasi Unggul, Selamat!
Namun demikian, kata Syahrul, perbaikan jalan rusak di Poros Parukku- Kindang tidak kunjung dilakukan. Hal itulah yang menjadi tuntutan warga yang melakukan unjuk rasa.
"Kami mempertanyakan kenapa sampai hari ini belum terealisasi. Hanya ada isu berkembang soal usulan ditolak, dialihkan. Itu kan tidak menjadi kejelasan bagi kami," kata dia.
Lebih jauh Syahrul menjelaskan, demonstrasi warga sebagai ultimatum ke Pemkab Bulukumba untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak di Poros Parukku - Kindang.
Dirinya menegaskan bahwa jika Pemkab Bulukumba tidak segera melakukan tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Maka, pihaknya akan terus melakukan demonstrasi.
Baca Juga: Film Rantemario Raih Penghargaan Official Selection di London
"Kami sempat diskusi dengan perwakilan Dinas PU, bahwa kami memberikan dalam kurun waktu kurang lebih sebulan," ujar Syahrul.
"Jika tidak ada tindak lanjut diberikan kepada kami sebagai kesimpulan dari aksi kami, maka kami akan melakukan aksi kami," kata dia.
Ia menjelaskan, jika kondisi Poros Parukku - Kindang terakhir diperbaiki tahun 2006 lalu. Sehingga, kondisi jalan sudah banyak yang berlubang.
Baca Juga: Bismillah, Muh Tonang Aklamasi Jadi Ketua Umum DPP RHMH Aljunaidiyah Biru
Ia mengatakan, jalan rusak di poros Parukku - Kindang sepanjang 20 kilometer. Keruakan terparah berada di Dusun Parukku dan Desa Kindang. ***




