POJOKSULSEL, BULUKUMBA - Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sibali Resoe yang terletak di Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, mulai panen perdana ikan bandeng, Sabtu (24/2/2024).

Panen ikan bandeng perdana Pokdakan Sibali Resoe dihadiri oleh Sekda Kabupaten Bulukumba, Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, serta Kepala BPBAP Takalar beserta tim, dan Penyuluh perikanan Kabupaten Bulukumba.

Target panen perdana ikan bandeng milik Pokdakan Sibali Resoe adalah 16 ribu kilogram. Adapun hasil panen hari pertama sudah 2.500 Kg.

Baca Juga: KPU RI Umumkan Komisioner KPU Provinsi Terpilih, Berikut Daftar Lengkapnya

Diketahui, Pokdakan Sibali Resoe merupakan salah satu Pokdakan penerima bantuan Kluster Tambak Bandeng pada tahun 2023.

Paket yang diterima adalah perbaikan lahan sampai dengan bahan operasional budidaya bandeng termasuk benih dan pakan.

Penebaran benih sebanyak 80.000 ekor ditebar dilahan 4 hektare yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023.

Baca Juga: Sitti Sutinah Suhardi Harap TPS PSU di Kabupaten Mamuju Jadi Catatan Penyelenggara

Nurdin selaku anggota Pokdakan Sibali Resoe menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budi Daya Air Payau (BPBAP) Takalar, atas bantuan yang diberikan mulai dari awal survei lokasi sampai dengan pendampingan teknis budidaya bandeng.

Tim teknis dari BPBAP Takalar didampingi oleh penyuluh perikanan setempat sangat intens melakukan pendampingan mulai dari persiapan lahan sampai dengan pembesaran bandeng.

Nur Fadillah sebagai penyuluh perikanan yang mendampingi Pokdakan Sibali Resoe mengatakan, hasil dari bantuan itu akan dimaksimalkan untuk pembesaran ikan bandeng siklus selanjutnya dan pengembangan ke petakan lain.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tanggapi Isu Hak Angket, Katanya Baik Bagi Kedua Belah Pihak

"Pendampingan akan dimaksimalkan bersama dengan tim BPBAP Takalar, sehingga penerima manfaat yaitu Pokdakan Sibali Resoe bisa merasakan manfaatnya dan bisa mengembangkan usaha budidaya ke arah yang lebih luas lagi," kata Nur Fadillah. ***