POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, H Syafrudin Baderung merespons penyusunan formasi PPPK Penyuluh Agama Islam di Sulawesi Barat (Sulbar).

Syafrudin Baderung mengatakan, jumlah Penyuluh Agama Islam di Sulbar sebanyak 446 orang, 77 di antaranya sudah berstatus ASN PPPK.

"Semoga kedepannya Penyuluh Agama Islam non PNS ini yang belum lulus PPPK sebanyak 368 orang dapat segera berubah status menjadi Penyuluh Agama Islam PPPK," kata Syafrudin Baderung dilansir laman sulbar.kemenag.go.id. 

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali Ingatkan Netralitas ASN

Karena itu, ia berharap agar segera Penyuluh Agama Islam dipetakan berdasarkan keilmuan, strata, dan jenjang pendidikannya.

Diketahui, Subdit Penyuluh Agama Islam Kemenag RI mengumpulkan perwakilan Kemenag se-Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta mulai tanggal 26-28 Januari 2024, membahas penyusunan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Islam (PAI) tahun 2024.

Baca Juga: 10 Alasan Pria Suka Kucing Adalah Pasangan yang Ideal Jangka Panjang

Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi mengatakan, penyusunan formasi PPPK Penyuluh Agama Islam tahun 2024 membahas pemetaan, pendataan, dan digitalisasi penyuluh se-Indonesia.

“Kita perlu memetakan penyuluh honorer berdasarkan usia, latar belakang pendidikan, hingga kepengangkatannya agar direkrut melalui formasi PPPK," kata Ahmad Zayadi dilansir laman bimasislam.kemenag.go.id.

Zayadi Ahmad akan intens mendiskusikan tentang formasi formasi PPPK Penyuluh Agama Islam tahun 2024.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini 28 Januari 2024, Pagi Berawan, Siang dan Malam Hujan

Ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya mencarikan solusi bagi Penyuluh Agama Islam yang kualifikasi pendidikannya di bawah Strata 1 (S1)

"Karena mereka punya pengalaman serta pengabdian yang tulus. Kami berharap bisa mendapat afirmasi terbaik," katanya.

Ia mengatakan, Penyuluh Agama Islam kerap kali diperhadapkan pada berbagai problem yang dinamis. Penyuluh memiliki peranan strategis dalam memperkuat kehidupan beragama.

Baca Juga: KAUM Unismuh Gelar Seminar: Faktor Budaya dan Sosial turut Memengaruhi Diabetes Melitus

Karena itu, Zayadi Ahmad mengimbau penyuluh untuk mengambil kesempatan meningkatkan semua aspek kompetensinya melalui diklat-diklat.

 

"Mulai dari kompetensi akademik, sosial, personal, hingga bidang metodologi penyuluhannya,” pungkasnya. ***