POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros, Chaidir Syam, membuka Musda IV Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Kabupaten Maros di Hotel Unhas Makassar, Sabtu (20/1/2024)
Chaidir Syam, menyampaikan terima kasih atas peran dan keterlibatan AMTI Maros ikut serta mewujudkan Maros sebagai kabupaten relegius, mandiri dan berdaya saing tinggi.
"Saya berharap AMTI terus berbuat untuk kemajuan pembangunan agama di Maros, jangan tinggalkan kami," kata Chaidir Syam.
Mantan ketua DPRD Maros ini juga mendorong dan meminta menjaga soliditas organisasi AMTI agar tetap kuat solid dan tak mudah baperan.
"Di organisasi kita harus menerima masukan, kritikan, tidak bisa menutup mata atas masukan dan kritikan orang lain" ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum AMTI Provinsi Sulsel, Hj. Apiati Kamaluddin Amin Syam, memberi penguatan AMTI ke depan. Apiati berharap AMTI tetap menjaga kekompakan, tidak perlu saling membuat dikotomi dengan Ormas majelis taklim lainnya.
Musda IV ini diselenggarakan untuk memilih ketua dan kepengurusan baru, karena pengurus yang lama sudah berakhir masa periodenya.
Baca Juga: PROFIL Prof Anwar Sewang, Rektor Terpilih IAI DDI Polman yang Sejak 1985 Mengabdi di DDI
Ratusan pengurus AMTI Maros hadir dari 14 kecamatan, desa dan kelurahan. Ketua AMTI Maros dr.Hj.Maryam Haba, M.Kes., Ketua Harian Hj.Andi Nadjemiah, serta Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB,
Dewan Pakar AMTI Kabupaten Maros Bachtiar Adnan Kusuma, didaulat memberi opening speech yang dipandu Ismail Suardi Wekke.
Sementara Bachtiar Adnan Kusuma, membedah peran AMTI Maros dalam spektrun dua kegiatan pengabdian yaitu literasi agama dan literasi baca tulis.
Peran AMTI telah menjadi kekuatan sosial yang memusatkan pendidikan agama dan parenting literasi.
"Peran AMTI cukup besar sebagai gerakan sosial dan gerakan madrasah keluarga yang menempatkan perlunya pendidikan agama yang universal dan berperadaban," katanya. ***




