POJOKSULSEL, MAROS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros telah menerima laporan 7 lokasi terdampak angin kencang pada lima kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Maros, Fadly, menyampaikan 7 lokasi terdampak angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah warga rusak.
"Angin kencang telah menyebabkan pohon tumbang di lima kecamatan," kata Kepala BPBD Kabupaten Maros, Fadly.
Baca Juga: Prof Dr Alimin, Jadi Guru Besar dan Hafiz 30 Juz saat Matanya Buta (1)
Adapun rincian 7 lokasi terdampak angin kencang di Kabupaten Maros, yaitu Kelurahan Taroada, depan Makodim Kecamatan Turikale, Desa Tammappaduae, Desa Tellupoccoe Kecamatan Marusu, Kelurahan Maccini Baju kecamatan Lau, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung, dan Baji Manggai Kecamatan Mandai.
Data yang tersedia menunjukkan bahwa enam rumah dan dua kendaraan roda empat terdampak akibat bencana angin kencang tersebut.
Selain angin kencang, BPBD Kabupaten Maros juga menerima laporan kebakaran di Gattareng Matinggi Kecamatan Mallawa serat di Desa Limapocoe Lecamatan Cenrana.
Baca Juga: Komite Medik RSUD Andi Makkasau Bahas Waspada Bahaya Penyakit Stroke di acara Talkshow
Dalam menghadapi situasi cuaca buruk awal tahun 2024, Bupati Maros Chaidir Syam, memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar dan membawa kendaraan.
"Kalau tidak terlalu penting, tetap saja di rumah sampai kondisi cuaca kembali normal," ujar Chaidir Syam.
Mantan Ketua DPRD Maros itu juga menegaskan bahwa stok bantuan dan buffer stok untuk menghadapi bencana di Maros dalam kondisi aman.
Baca Juga: Kemenag RI Akan Serahkan KMA Guru Besar kepada 60 Dosen Besok, Ini Daftar Lengkapnya
"Kita sudah lakukan pengecekan. Kita pastikan kesiapan stok bantuan ketika terjadi bencana masih tersedia atau terpantau aman," kata Bupati Maros.
Pemkab Maros juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk penanganan bencana, termasuk perahu karet, mobil operasional Rescue, dan kendaraan dapur umum.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Maros ini juga meminta BPBD untuk menyiagakan posko utama. Dalam posko tersebut, terdapat satgas Tanggap Resiko Cepat (TRC) BPBD yang siaga 24 jam untuk menanggapi laporan kejadian bencana yang dapat terjadi setiap saat.
Dengan langkah-langkah preventif dan responsif yang diambil oleh pemerintah dan instansi terkait, diharapkan masyarakat Maros dapat segera pulih dan mendapatkan bantuan yang diperlukan dalam menghadapi dampak bencana ini.
Semua pihak diminta untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta sesama, tutupnya. ***




