POJOKSULSEL, MAROS - Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, memberikan dorongan positif kepada Kelompok Tani Kedelai dalam acara pelatihan olahan kedelai tahun 2023.

Acara yang dihadiri Suhartina Bohari, itu digelar oleh Dinas Koperasi UKM Perindustiran dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, bertujuan untuk mendorong petani agar kreatif dalam memanfaatkan hasil panen kedelai sebagai bahan dasar makanan dan minuman olahan.

Dalam sambutannya, Suhartina Bohari menekankan pentingnya memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi hasil panen kedelai.

Ia berharap petani kedelai dapat mengembangkan keterampilan dalam mengolah hasil panen mereka, menjadikannya sebagai komoditas makanan dan minuman olahan yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar, jelasnya.

Baca Juga: Nonton Konser Dewa 19 di Adira Festival 2023 Makassar, Gratis

Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 70 peserta dari anggota kelompok tani di wilayah Kecamatan Bantimurung. Selain Wakil Bupati Maros, turut hadir Kadis Kopurindag Maros, Towadeng, Kepala Bidang Industri Diskopurindag Maros, Hj Idawati Sukiman, serta pemateri dari Universitas Hasanuddin dan Konsultan Industri dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Jolin Makassar, Sabtu (9/12/2023).

Saat memberikan contoh praktis, Suhartina Bohari mengajak peserta untuk mengoptimalkan pelatihan olahan berbahan baku kedelai, seperti produk susu kedelai, sebagai ide bisnis yang bernilai jual tinggi.

"Dengan Kabupaten Maros sebagai salah satu penyangga Kota Makassar dan memiliki potensi lahan yang luas untuk ditanami kedelai, diversifikasi ini diharapkan memberikan peningkatan pendapatan signifikan bagi Kelompok Tani Kedelai," ungkapnya.

Semangat kreativitas dan pemberdayaan petani dalam menghadapi dinamika ekonomi lokal menciptakan harapan baru untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat petani kedelai di Kabupaten Maros.

Baca Juga: Ikuti Rakornas, Bupati Indah Komitmen Buka Peluang untuk Investor

Sementara Kadis Kopurindag Maros, Towadeng, mengatakan pelatihan keterampilan olahan kedelai untuk petani dalam mengembangkan minat wirausaha, menumbuhkan pelaku usaha baru, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kedelai, sebagai kacang-kacangan yang kaya protein, menjadi fokus utama dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi manusia. Tempe dan tahu, makanan tradisional Indonesia, menjadi perwakilan gemilang dari pengolahan kedelai yang telah melalui inovasi untuk meningkatkan kualitas makanan.

"Salah satu cara untuk membangun ekonomi lokal adalah dengan mengoptimalkan produk industri lokal. Produk olahan kedelai menjadi kunci dalam menghasilkan manfaat maksimal dari sumber daya yang tersedia, sekaligus memberikan pengetahuan tentang bahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi," kata Towadeng

Baca Juga: Pestigo Hadir di Makassar, Siap Menjadi Teman Pengusir Hama

Pelatihan keterampilan ini bukan hanya sekadar pembelajaran, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menciptakan produk industri lokal yang mampu bersaing dan menjadi unggulan di Kecamatan Bantimurung khususnya dan kabupaten Maros umumnya.

Para peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh menjadi ladang usaha, meningkatkan daya inovasi, dan mendongkrak perekonomian di tingkat lokal.

"Kami mengundang semua peserta untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan ini secara maksimal, dengan tujuan menggerakkan warga di wilayah Kecamatan Bantimurung untuk berinovasi dalam membuat produk olahan kedelai. Ini bukan hanya tentang pengembangan keterampilan, tetapi juga membuka peluang baru sebagai sumber penghasilan," kata Towadeng.

Dengan harapan besar ini, pelatihan ketrampilan olahan kedelai di Kecamatan Bantimurung diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengubah lanskap ekonomi lokal, memunculkan produk unggulan yang berdaya saing, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat. ***