POJOKSULSEL.com, MAROS - Sosialisasi program Jamsostek kepada pekerja sektor informal atau pekerja rentan sebagai upaya peningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja terus dilakukan oleh pemerintah, dalam hal PLUT KUMKM Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan - Kopurindag Pemkab Maros.
Penjabat PLUT KUMKM dan Rumah kemasan Pemkab Maros Muhammad Fajrin Yusuf menjelaskan, hingga Desember 2023 di Targetkan sekitar 3 ribu lebih pekerja informal bukan penerima upah (BPU) telah terdaftar dalam kepesertaan Jamsostek, sehingga pekerja informa atau UMKM yang tersebar di 14 Kecamatan diharapkan bisa mendapatkan manfaat Jaminan Sosial.
Baca Juga: Sebanyak 200 Atlet Panahan dan Berkuda Unjuk Bakat di Sarhan Stable SPIDI Maros
"Untuk Awal Pelakasanaan Program ini kami adakan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Turikale, Kecamatan Bontoa, dan Kecamatan Tompobulu," kata Penjabat PLUT KUMKM dan Rumah kemasan Pemkab Maros, Muhammad Fajrin Yusuf.
Program Sosialisasi BPJS jaminan sosial dan ketenagakerjaan ini dihadiri Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Maros, Adinda Fitriani,Camat Turikale Nazaruddin yang di gelar di kantor Kecamatan Turikale.
Baca Juga: Perpusnas Serahkan Bantuan Mobil Perpustakaan Keliling Ke Pemkab Maros
"Upaya Peningkatan jumlah itu tidak terlepas dari kampanye kerja cepat bebas cemas yang terus digalakkan BPJAMSOSTEK yang di kolaborasikan dengan PLUT UMKM Maros dengan 14 Pemerintah Kecamatan lingkup Kabupaten Maros untuk mengakomodasi pekerja rentan di pedesaan masuk dalam kepesertaan," jelasnya.
"Dari Program kolaborasi kami lakukan di 3 Kecamatan yakni kecamatan Turikale, Bontoa dan Tompobulu akan kami lanjutakan dengan kecamatan Lainnya hingga desember 2023. Program ini adalah bukti keseriusan PLUT dalam menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi UMKM dan juga bagi pekerja rentan dari komunitas umkm yang tersebar di 14 kecamatan," tuturnya.
Baca Juga: Guru Terbanyak, 272 PPPK Pemkab Maros Teken Kontrak Kerja
Sementara kepala pemerintah kecamatan Turikale, Nazaruddin, berharap dengan kolaborasi ini UMKM yang terdapat di kecamatan Turikale dapat terdaftar dalam kepesertaan.
Menurutnya perlu kesinambungan dalam penyelenggaraan Jamsostek baik Pemda melalui Pemerintah Kecamatan, PLUT maupun pihak swasta pemberi kerja, dan saat ini masih Pemerintah Maros melalui PLUT yang memfasilitasi kepesertaan Jamsostek bagi UMKM di Sul-Sel berbasis Kecamatan.
Baca Juga: Gratis, Pemkab Maros Salurkan Bantuan 14 Ribu Pasang Seragam Sekolah SD dan SMP
"Ini menjadi titik awal kebangkitan UMKM, dengan menjadi peserta dan mendapatkan jaminan kesehatan ketenagakerjaan dapat berkembang, bisa jadi kan dasar usulan program kedepan misalnya iuran kepesertaan ditanggulangi Pemerintah Daerah (Pemda) setempat atau diberi subsidi sehingga lebih terjangkau," ujarnya.
"bisa saja kedepan kami akan bersama- sama mencoba mengusulkan agar adanya program bantuan bagi pelaku ukm yg belum mampu agar diusulkan untuk difasilitasi oleh pemkab terkait bantuan iuaran apakah itu subsidi ataupun lainnya, apalagi beberapa umkm juga ada beberapa yg sudah disubsidi oleh pemerintah , namun jika dikolaborasikan dengan kami di pemerintah kecamatan akab lebih mudah memastikan agar rogram ini tepat sasaran," ungkap mantan Sekdis Kopurindag ini.
"Masih banyak pekerja belum mengetahui manfaat Jamsostek, sehingga kami secara masif menyosialisasikan program ini hingga ke pelosok desa. Manfaat dasar yang diperoleh peserta yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK)," tutupnya. ***



