POJOKSULSEL.com, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam memantau kondisi air baku di Bendungan Lekopancing, Tanralili, Kabupaten Maros, Rabu 5 Oktober 2023.
Bupati Maros Chaidir Syam menyebutkan, dari empat pipa air Patontongang, semuanya dalam kondisi kering dan air baku yang masuk dari Bendungan Lekopancing dalam kondisi terbatas.
Kurangnya air baku Bendungan Lekopancing yang masuk ke pipa Patontongang, kata Bupati Maros Chaidir Syam, sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Dokter Spesialis RSUD Andi Makkasau Ulas Tentang Mata dalam Talkshow Sehat TV Peduli
"Tidak ada air baku yang masuk, ini sudah berlangsung sepekan," sebut Bupati Maros Chaidir Syam.
Olehnya itu, sebut Chaidir Syam, pihaknya telah memerintahkan pihak terkait untuk tetap mendistribusikan air bersih kepada masyatakat di Kabupaten Maros.
"Namun, insya Allah kami dari Pemkab Maros akan terus berupaya untuk mendistribusikan air bersih yang merata bagi warga Maros dengan memanfaatkan mobil-mobil tangki kita," bebernya.
Meski demikian, Pemkab Maros mengimbau agar warga bijak dalam menggunakan air bersih, selama musim kemarau melanda.
Menurutnya, dengan sinergitas dan kolaborasi dari seluruh pihak yang berupaya untuk membantu penyaluran air bersih kepada warga, dapat kita salurkan secepatnya dengan pembagian yang merata.
"Dan kami berharap, semoga kita semua mampu menghemat dan bijak dalam penggunaan air," tambahnya.
Diberitakan Pojoksulsel.com sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi Sulsel mengeluarkan peringatan dini awas kekeringan ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan untuk 10 hari kedepan.
Peringatan dini awas kekeringan ekstrem yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Sulsel tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2023 hari ini hingga Tanggal 10 Oktober 2023 mendatang.
Peringatan dini awas kekeringan ekstrem yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Sulsel di wilayah Sulsel tersebut diumumkan di Instagram @iklim_sulsel, Senin 1 Oktober 2023.
Baca Juga: Heboh Kalender Oktober 1582, Hilang 10 Hari, Ternyata Begini Alasannya
Dari hasil analisis BMKG Stasiun Klimatologi Sulsel, terdapat sembilan wilayah di Sulawesi Selatan yang berpotensi kekeringan ekstrem dalam 10 hari kedepan.
***



