POJOKSULSEL, BONE - Embung Pallae Bone bisa menjadi pilihan lokasi wisata masyarakat
Agrowisata Embung Pallae Bone telah diresmikan oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Lokasi ini bisa menjadi wisata masyarakat.
Pembanguna Embung Pallae mulai dibangun pada tahun 2020 untuk tahap pertama.
Kemudian tahap kedua Embung Pallae mulai dibangun pada tahun 2022. Embung Pallae memiliki2 kolam.
Baca Juga: Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan Bahas Integrasi Transportasi Perkotaan Ramah Lingkungan
Kolam I difungsikan untuk menampung air baku dan sebagai aliran untuk areal persawahan. Ukuran kolam 20,75 m x 49,55 x 3,5 m. Kolam I Embung Pallae bisa menampun 3.598 meter kubik air.
Sementara, Kolam II menjadi kolam wisata. Ukurannya 20,75 m x 49,26 m x 3,5 m. Bisa menampung air hingga 3.577 meter kubik.
Embung Pallae didukung dengan sarana dan prasarana lainnya, seperti gazebo, musala, kursi taman, dan toilet.
Pada Embung Pallae juga ada bangunan perkuatan tebing berfungsi menahan tebing dari longsor dan menambah estetika disekitar kolam.
Baca Juga: Pro Kontra Lokasi PSEL, DPRD Makassar Minta Diselesaikan Dengan Bijak
Ada juga saluran pembuang atau pengantar dengan luas 27 meter. Saluran itu berfungsi mengarahkan dan mengantarkan limpasan air kolam ke anak sungai.
Embung Pallae juga dilengkapi saluran pembawa atau pengantar dengan luas penampang 1 m x 1 m dengan panjang 90, yang berfungsi mengarahkan mata air ke areal persawahan.
Gubernur Sulsel Andi Sdudirman Sulaiman mengatakan, Embung Pallae diharap bisa membantu petani dengan peningkatan produksi pertanian.
"Sekaligus menjadi kunjungan wisata agro bagi masyarakat," kata Andi Sudirman Sulaiman. ***




