POJOKSULSEL, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros) kembali mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Maros melaksanakan pelatihan peningkatan kualitas dan pengembangan kapasitas UMKM di Hotel Grand Town Mandai, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti 100 pelaku usaha dari berbagai bidang.

Pelatihan berlangsung selama empat hari, menghadirkan pemateri dari Diskopurindag, konsultan UMKM Provinsi Sulsel, hingga konsultan PLUT Maros.

Mereka membahas aspek fundamental usaha, mulai dari legalitas, strategi pemasaran, pengembangan produk, manajemen keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar.

Baca Juga: Dosen Unsulbar Latih Siswa SMPN 7 Majene Olah Sampah Jadi Eco Enzyme Berbasis STEM

Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ia menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah penting agar UMKM di Maros mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan bersaing secara lebih luas.

“Pelaku UMKM harus mampu membaca tren, memanfaatkan peluang, dan menghadirkan inovasi. Produk lokal kita punya potensi menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujar Muetazim Mansyur.

Saat ini tercatat sekitar 34 ribu UMKM di Kabupaten Maros. Muetazim berharap peserta pelatihan dapat menjadi perwakilan yang menyerap ilmu dan meneruskannya di lingkungan usaha masing-masing.

Baca Juga: Ahmad Barambangy Pimpin Seleksi Perdana PPIH Sejak Dilantik di Sulbar

Kepala Diskopurindag Maros, Andi Sam Sophyan, menambahkan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi pengembangan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, penguatan kapasitas SDM UMKM menjadi kunci agar sektor ekonomi masyarakat semakin berdaya.

“Selama empat hari, peserta akan terlibat diskusi dan simulasi praktik. Kami berharap pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi,” jelasnya.

Salah satu peserta, Hasan, mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru bagi pelaku usaha, terutama terkait pengelolaan bisnis dan strategi memperluas pasar.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Maros berharap ekosistem UMKM dapat tumbuh lebih kuat, adaptif terhadap persaingan, serta memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat.