POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 1.392 peserta tercatat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran ke-34 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan atau MTQ Sulsel 2026 yang digelar di Kabupaten Maros.

Ribuan peserta tersebut akan berkompetisi dalam delapan cabang lomba dengan berbagai kategori yang telah disiapkan panitia MTQ Sulsel 2026.

Pelaksanaan MTQ Sulsel 2026 menjadi ajang bergengsi bagi kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang Alquran.

Delapan cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Seni Baca Alquran, Qiraat Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran, Fahm Alquran, Syarh Alquran, Seni Kaligrafi, serta Karya Tulis Ilmiah.

Pada cabang Seni Baca Alquran, peserta akan mengikuti beberapa kategori, di antaranya golongan tartil putera dan puteri, tilawah anak-anak, remaja, dewasa, hingga kategori tilawah tuna netra.

Baca Juga: PDAM Wai Tipalayo Gandeng Bank Sulselbar, Dirut Fadli: Meteran Token Prioritas Transparansi Pelanggan

Sementara itu, pada cabang Qiraat Alquran, perlombaan terdiri dari golongan Qiraat Mujawwad dewasa putera dan puteri, serta Qiraat Murattal remaja dan dewasa.

Untuk cabang Hafalan Alquran, peserta akan berkompetisi pada kategori hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz untuk putera dan puteri.

Sedangkan pada cabang Tafsir Alquran, peserta akan mengikuti lomba tafsir dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Selain itu, cabang Fahm Alquran dan Syarh Alquran juga menjadi bagian dari perlombaan yang cukup diminati peserta.

Cabang Seni Kaligrafi turut menghadirkan lima kategori lomba, yakni golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, hingga digital.

Baca Juga: IKA FSIKP UMI Gelar Silatnas dan Muskom Akhir Mei, Ini Penekanan Nurjannah Abna

Adapun cabang terakhir yakni Karya Tulis Ilmiah Alquran yang menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan akademik dan pemahaman mendalam terhadap Alquran.

Panitia MTQ Sulsel 2026 menerapkan verifikasi administrasi ketat terhadap seluruh peserta. Salah satunya dengan melakukan perekaman sidik jari dan wajah atau biometrik sebelum mengikuti perlombaan.

Langkah ini dilakukan oleh seksi pendaftaran MTQ Sulsel 2026 sebagai bagian dari tahapan administrasi guna memastikan keabsahan peserta. Dengan sistem biometrik tersebut, setiap peserta yang tampil dipastikan sesuai dengan data yang telah didaftarkan.

Ketua Tim MTQ Bidang Penais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyadi, mengatakan bahwa penerapan biometrik merupakan komitmen panitia menjaga integritas pelaksanaan MTQ Sulsel 2026.

"Perekaman biometrik ini kami lakukan untuk memastikan bahwa peserta yang tampil benar-benar sesuai dengan yang terdaftar. Ini juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan MTQ," ujarnya di Maros, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, sistem ini menjadi langkah penting untuk memastikan kompetisi berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.

Selain mencegah kecurangan, penerapan sistem biometrik juga dinilai mampu meningkatkan kualitas data peserta.

Dengan verifikasi yang lebih ketat, seluruh data administrasi dapat dipastikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Nama-Nama Pelajar MAN 2 Makassar Juara Dunia Ajang YNSF dan YISF 2026, Borong 8 Medali

"Selain aspek pengawasan, biometrik membantu memastikan data peserta lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif," lanjut Wahyadi.

Penerapan verifikasi biometrik ini menjadi salah satu upaya panitia dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan MTQ Sulawesi Selatan 2026.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ yang lebih profesional dan transparan.

***