POJOKSULSEL, MAKASSAR - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU, mengatensi kenaikan harga sejumlah bahan pangan di pasar.
Ketua KPPU Kanwil VI Makassar, Hilman Pujana mengingatkan kepada pengusaha, supaya tidak ada upaya memanfaatkan kesempatan di tengah kenaikan harga bahan pokok. Utamanya beras yang harganya mengalami kenaikan.
"Sekaligius pesan kepada pelaku usaha, di distribusi beras khususnya, untuk tidak bermain-main sengaja untuk menahan pasokan," kata Ketua KPPU Makassar Hilman Pujana.
Baca Juga: Selamat! 3 Guru Besar Unhas Kembali Dikukuhkan, Cek di Sini Nama-Namanya
"Dan atau tindakan lain yang mengganggu kelancaran distribusinya. Sehingga implikasinya adalah harganya menjadi naik," tambah Hikman Pujana.
Ia mengatakan, kenaikan beras lebih dipengaruhi pada siklus permintaan dan penawaran. Khusunya dari sisi suplai yang dipengaruhi oleh faktor musim. Sehingga pasokan berkurang.
Namun demikian, Hilman Pujana sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengamankan suplai beras. "Tapi tadi sudah berkoordinasi dengan Bulog seharusnya sudah aman," katanya.
Baca Juga: Seru! Outdoor Coaching Camp Film Rantemario di Topidi Malino
Tidak hanya itu, KPPU Kanwil VI Makassar, lanjut Hilman Pujana, selalu melakukan pemantaun di pasar maupun di jalur distribusi. "Khususnya kepada pelaku usaha untuk tidak mengambil kesempatan di kondisi seperti," katanya.
Ia menegaskan, KPPU Makassar terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan harga komoditas yang mengalai kenaikan harga.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin memastikan tim pengendalian inflasi daerah, akan berkerja maksimal dalam menstabilkan harga bahan pangan di pasar.
Baca Juga: 10 Ide Outfit Menonton Konser Musik di Akhir 2023, Dijamin Bakal Super Kece
Bahtiar mengatakan, pemerintah daerah akan menyiapkan dua skema pengendalian harga di pasar. Pertama adalah menggelar pasar murah. Kedua adalah upaya jangka panjang untuk menciptakan kedaulatan pangan.
Tidak hanya itu, Bahtiar menegaskan tidak segan menindak tegas para spekulan yang menyebabkan naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.
"Kami tidak segan menindak tegas para spekulan yang menimbulkan inflasi di daerah ini, sebab Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari unsur kepolisian dan kejaksaan, jadi silakan dilaporkan," tegas Bahtiar.
Baca Juga: Siapkan Lilin atau Genset, Pemadaman Listrik Makassar Hari Ini Rabu 27 September Masih Berlanjut
Sementara, Kajati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, akan mendukung program Pj Gubernur Bahtiar dalam upaya menekan inflasi, sekiranya ada distribusi komoditi pangan yang terhambat atau terdapat penumpukan komoditi pangan.
"Kami tidak segan akan menindak para spekulan maupun mafia pangan di Sulawesi Selatan," tegasnya.

