POJOKSULSEL, MAKASSAR - Industri e-commerce di Tokopedia dan Tiktok Shop masih tumbuh positif pada kuartal I tahun 2025, terutama sektor makanan dan minuman.

Pertumbuhan positif e-commerce sektor makanan dan minuman di Tokopedia dan Tiktok Shop pada kuartal I tahun 2024, turut dipengaruhi oleh momen besar, seperti bulan Ramadan, lebaran, maupun perayaan Imlek.

Sehingga, makanan dan minuman memiliki trend transaksi yang baik di Tokopedia maupun Tiktok Shop.

Baca Juga: RSUD Sulbar Bukan Tolak Layani Korban Kecelakaan yang Meninggal, dr Marintani Erna Beri Penjelasan

Antonia Adega, Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-Commerce, mengatakan, pihaknya terus membantu UMKM di Indonesia dalam meningkatkan tren transaksi pada kuartal I tahun 2025 dalam memanfaatkan momen-momen besar tersebut.

"Melakukan berbagai upaya misalnya beli lokal, promo guncang, dan ada Ramadan ekstra seru," kata Antonia Adega di Makassar, Selasa (22/4/2025).

Selain makanan dan minuman, produk otomotif dan rumah tangga lebih laris di Tokopedia. Sedangkan fashion, kecantikan, dan perawatan tubuh lebih laris di TikTok Shop.

Baca Juga: Pemkot Parepare Siap Sukseskan Program GATI, Wujudkan Keluarga Berkualitas Lewat Gerakan Ayah Teladan

Pada kesempatan yang sama, Antonia Adega menjelaskan, produk paling laris secara nasional adalah cokelat dan camilan. Disusul kue kering, bahan masakan, hingga hampers

Sementara itu, cokelat dan camilan juga menjadi produk paling laris di Sulsel sepanjang kuartal I tahun 2025.

"Bahan masakan yang laku secara nasional itu mentega dan minyak. Sedang bahan masakan paling laris di Sulawesi Selatan mencakup bakso dan bawang," kata Antonia Adega.

Baca Juga: Alasan Adi Rasyid Ali Ditujuk Jadi Plt Dirut Perumda Parkir Makassar Raya, Hamzah Ahmad Plt Dirut PDAM

Trend positif transaksi Tokopedia dan Tiktok shop turut dirasakan Owner Big Bananass, Indri Nova Lestari.

Indri mengaku memanfaatkan semua fitur promosi yang disiapkan oleh Tokopedia maupun Tiktok shop.

Ia mengatakan, usaha makanan olahan pisang Big Bananass mampu mendapatkan 3.000 order per bulan.

Bahkan, ia harus menyiapkan 300 sisir per hari untuk memenuhi kebutuhan 15 outlet Big Bananass yang tersebar Kota Makassar.

"Promosi untuk penjualan seperti live streaming 8 sampai 10 jam dan juga buat konten," kata Indri.

Baca Juga: Perhatian Sitti Sutinah Suhardi pada Sektor Pertanian di Hari Kartini

Indri merekrut tenaga kerja dari kalangan emak-emak di sekitar rumahnya dalam menjalankan bisnis Big Bananass.

"Ibu-ibu umur 40 sampai 50 tahun direkrut. Produksi jam 6 subuh, lalu didistribusikan ke 15 outlet," katanya.

***