Deng Ichal Tegur Pemasangan Foto Petahana di Posyandu, Langkah Tepat Plt Wali Kota di Pilkada

Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI (Deng Ical)

Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI (Deng Ical)

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sikap Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (Deng Ichal) yang memerintahkan pencopotan semua gambar Petahana Danny Pomanto di semua lokasi kantor Pemerintahan, tanpa terkecuali, dianggap sikap yang sangat bijak dan benar.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat Politik Universitas Hasanuddin Luqman Irwan. Hasanuddin mengungkapkan, ada 3 poin penting perihal sikap yang bijak dari Deng Ichal selaku pemegang amanah tertinggi Pemerintah Kota Makassar.

Kata Lukman Irwan, pertama, Deng Ichal sebagai Plt Wali Kota berdasarkan permendagri nomor 74 tahun 2016 yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah

“Dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat sehingga sangat wajar beliau menyampaikan/mengeluarkan himbauan kepada semua opd dan unit kerja dalam lingkup pemkot makassar,” ungkap Luqman.

Kedua, yakni, sebagai Plt Wali Kota Makassar, Deng Ichal walikota wajib menjalankan semua ketentuan peraturan perundang – undangan terkait, termasuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 4 tahun 2017.

“Bahwa setelah memasuki tahapan kampanye dalam proses pilkada maka semua stiker/alat peraga yang memuat foto calon (termasuk petahana) tidak boleh ditempel/ditempatkan pada sarana publik/pemerintahan.

“Kalau kita kaitkan dengan himbauan plt.walikota makassar maka sesungguhnya telah sesuai dengan perintah regulasi untuk tidak ada lagi spanduk/banner atau alat peraga lainnya yang memuat foto calon tyang melekat/menempel pada unit kerja pemkot..dan dalam perintah pkpu ini mengatur termasuk iklan pemerintah kota dalam kategori iklan layanan sosial tidak boleh lagi ada memuat foto calon sehingga kalo masih ada yg tertempel maka menjadi kewajiban Plt.Walikota untuk memerintahkan untuk menutup foto calon pada banner/spanduk yg masih ada,” sambung Luqman.

Ketiga yakni Deng Ichal wajib menjamin dan menjaga netralitas semua ASN dalam lingkup Pemkot makassar dari semua aktifitas/tindakan yang masuk ranah politis, sehingga kata Akademisi Unhas ini, Deng Ichal berkewajiban secara hukum mengendalikan jalannya pemerintahan di pemkot makassar supaya bersih dari upaya keberpihakan asn di Pilkada Makassar.

“termasuk memastikan semua sarana publik/pemerintahan bersih dari materi/bahan/alat yang berbau kampanye karna memuat foto calon..dan kalo seandainya Plt. Walikota tidak mengeluarkan himbauan tsb maka DI bisa dianggap melawan perintah undang-undang dan tidak netral,” tegas Luqman.

Diketahui sebelumnya, Deng Ichal mendapat sorotan melalui media online, akibat melarang tepajangnya Foto Danny Pomanto sebagai Incumbent Pilkada Maassar di Posyandu, dari salah satu pengurus Posyandu Makassar bernama Asma Arief, yang tak lain merupakan ketua rw 5 kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini.

”Yang jadi pertanyaan buat kami dimana letak kesalahannya apabila foto pak Danny terpasang di Posyandu milik kami lagian juga hanya Danny sebagai walikota, kesehatan anak betul betul sudah diperhatikan maka dari itu kami selaku pengurus Posyandu sangat semangat mengurus posyandu apalagi dengan adanya deadline dari pak Danny Jagai anakta pastinya kami akan termotivasi lagi buat menjalankan program pak Danny”, ucap Asma Arief.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds