Pelempar Bom Polsek Bontoala Dibekuk di Indramayu

Petugas Inafis melakukan olah TKP pasca pelemparan bom rakitan di Mapolsek Bontoala oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Senin (1/1/2018) lalu.

Petugas Inafis melakukan olah TKP pasca pelemparan bom rakitan di Mapolsek Bontoala oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Senin (1/1/2018) lalu.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Misteri pelemparan bom molotov di Mapolsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, pada malam pergantian tahun baru 2018 lalu mulai terungkap.

Terduga pelaku merupakan jaringan teroris yang berhasil dibekuk Densus 88 Anti Teros Mabes Polri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat pekan lalu.

Merek mengaku sebagai pelaku pelemparan bom molotov di Mapolsek Bontoala.

“Kita dapat info dari Densus 88 bahwa, jaringan teroris yang ia tangkap itu adalah pelaku pelempar Polsek Bontoala,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Senin (19/2/2018).

Meski demikian, Dicky Sondani tidak ingin terburu-buru menyimpulkan pengakuan terduga pelaku tersebut. Meskipun, penangkapannya terkait keterlibatannya dalam jaringan teroris.

Dicky Sondani mengaku sampai saat ini masih mendalami pengakuan terduga pelaku. Ia pun terus berkoordinasi dengan Densus 88 Anti Teror untuk memastikan validitas pengakuan terduga pelaku.

“Kita tidak boleh berandai-andai bahwa dia adalah pelaku. Kita masih perlu penyelidikan,” ujar mantan Dir Sabhara Polda Kepulauan Riau tersebut.

Dicky Sondani mengatakan, pengakuan terduga pelaku akan diklarifikasi kepada saksi-saksi yang telah diperiksa. Termasuk, ciri-ciri fisik terduga pelaku yang telah disebutkan oleh para saksi saat kejadian perkara.

Dia mengatakan, penetapan tersangka untuk jaringan teroris tidak mudah. Sebab, dikhawatirkan terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Terlebih, proses penyelidikan pelemparan bom di Polsek Bontoala terkendala oleh kurangnya informasi yang diperoleh penyidik dari CCTV. Kemudian, lokasi di tempat kejadian perkara juga gelap.

Sebelumnya, orang tidak dikenal melempar bom pipa rakitan ke Mapolsek Bontoala dan melukai dua anggota Polri. Salah satunya adalah Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …