SINDIKAT SABU PALOPO: Bripka HK Dibekuk, Pak Kapten Buron

Bripka KH saat dibekuk | POJOKSULSEL - BAYU

Bripka KH saat dibekuk | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Bisnis narkoba sungguh menggiurkan. Termasuk oknum anggota Polri yang seharusnya berada di garis depan dalam pemberantasan narkoba, justru terlibat. Tak hanya itu, juga seorang oknum kapten kapal. Walah…

Bahkan, keduanya diduga berperan sebagai bandar. Oknum polisi yang bertugas di Polres Palopo dibekuk, sementara “Pak Kapten” kapal berhasil lolos saat dilakukan penyergapan.

Kali ini, kabar oknum polisi yang mencoreng korps baju coklat itu datang dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Adalah Bripka HK, yang sehari-hari bertugas di Unit Sabhara di Polres Palopo ditangkap karena diduga merupakan bandar narkoba.

Bripka HK ditangkap tim Satnarkoba bersama Propam Polres Palopo yang melakukan penggeledahan di rumah Bripka HK, di Jalan Opu Tosappaile Palopo. Di lokasi, polsiis menemukan 9 paket narkoba jenis sabu-sabu.

Kepala Satuan Resknarkoba AKP Maulud, saat dikonfirmasi, membenarkan penangkapan oknum polisi tersebut.

“Benar, ada anggota Sabhara dan warga sipil yang diamankan diduga bandar narkoba,” kata Maulud, Kamis (15/2/2018).

Penggerebekan dan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Tim Satnarkoba Polres Palopo yang menerima laporan itu langsung bergerak cepat dan melakukan penyelidikan.

Penangkapan Bripkan KH berdasarkan keterangan seorang pelaku yang juga pengusaha rumput laut berinisial IF (28), warga Mungkasa Kelurahan Salekoe, Wara Timur. IF sudah dibekuk lebih awal saat sedang asyik nyabu di Hotel d’Mario, kamar 209 Jl Labombo, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (13/2/2018) dini hari.

Dari tangan pelaku, IF, polisi mengamankan satu handphone Nokia, 1 sachet kristal bening, 1 set alat hisap bong, 1 buah kaca pireks berisi kristal bening yang diduga sabu, dan 9 saset kristal bening.

Saat diinterogasi, tersangka IF mengaku jika narkotika jenis sabu itu diperoleh dari dua orang yang berbeda. Yakni sabu di dalam saset tersebut diperoleh dari salah seorang kapten kapal berinisial RS, seharga Rp 900 Ribu. Sementara sabu yang berada dalam kaca pireks, diperoleh dari tersangka Bripka HK, seharga Rp300 Ribu.

Hanya saja, RS berhasil kabur saat polisi melakukan pengejaran dan pengeledahan kediamannya

Terkait kasus ini, Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo menegaskan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada Bripka HK jika memang terbukti bersalah.

“Kalau ada anggota yang bersalah, kami tindak tegas dan proses tetap lanjut,” tandas Woro.

Hingga saat ini para pelaku yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan. Sementara oknum kapten kapal yang diduga bandar besar masih buron.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …