Pengacara Nurdin Abdullah Ancam Polisikan Pembuat Selebaran Black Campaign Bupati Bantaeng

Deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) Asmar Oemar Saleh

Deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) Asmar Oemar Saleh

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Penasihat hukum Prof Nurdin Abdullah, Asmar Oemar Saleh bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti dugaan black campaign terhadap Bupati Bantaeng. Menurut Asmar, dari 4 poin dalam selebaran itu, semuanya tidak berdasar dan bohong. Karena, tidak didukung oleh data dan fakta yang ada.

Selebaran atau pamflet tersebut pertama kali ditemukan awal pekan ini dan beredar di Kabupaten Sidrap, Parepare, Pinrang dan Makasaar. Disitu disebut, ada 4 kegagalan Bupati Bantaeng dan memasang foto Nurdin Abdullah.

Atas dasar itu, Asmar menyebut, hal itu telah menyerang kehormatan atau nama baik Prof. Nurdin Abdullah, Bupati Non Aktif Bantaeng dan Calon Gubernur Sulsel 2018.

“Ini karena si pembuat telah menuduhkan sesuatu agar diketahui umum dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, padahal itu keterangan palsu,” kata pengacara senior yang berdomisili di Jakarta itu.

Asmar lalu memaparkan fakta dan data yang sebenarnya yang bertolak belakang dengan isi panflet tersebut.

Pertama, soal Bantaeng Peringkat 11 Kabupaten Termiskin di Sulsel.
Faktanya, kata Asmar, Saat Nurdin Abdullah (2008) memulai menjabat sebagai Bupati Bantaeng, angka kemiskinan di Kabupaten ini 21%. Setelah menjabat sampai jelang akhir masa jabatannya, terjadi pengentasan kemiskinan, sehinggga hanya tersisa (2017) 5% saja.

Kedua, soal Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Tertinggi ke 3 di Sulsel. Faktanya, lanjut Asmar, Kab. Bantaeng mendukung Program Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli Kab/Kota Sejahtera atau dikenal dengan nama Pandu Gempita. Dan Kab. Bantaeng merupakan pilot project di Indonesia dari 5 Kab/Kota Program Pandu Gempita oleh Kemensos, karena dianggap sebagai Kabupaten yang punya kepedulian besar PMKS.

Ketiga, soal Bantaeng Peringkat 15 Index Pembangunan Manusia (IPM). Fakta membuktikan, lanjut Asmar, IPM Bantaeng sekarang di posisi 66.20, yang sebelumnya berada di posisi rendah sebelum Nurdin Abdullah menjabat. “Sekarang berada di urutan 7 IPM Sulsel dan mengejar target 5 besar’,” ujar AOS, akronim akrab Asmar Oemar Saleh.

AOS menambahkan, Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi 4,7%, sebelum Nurdin Abdullah menjabat. Kini, di 2017, setelah menjabat pertumbuhan ekonomi mencapai 9,5%.

Keempat, kata AOS, angka 7 Triliun untuk Proyek SMELTER itu. Dan tidak berjalan. Faktanya, kata AOS, Dua proyek Smelter di Bantaeng itu dibangun oleh dua investor berbeda yaitu PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan investasi mencapai Rp 4,7 triliun, dan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) dengan nilai investasi Rp 1,7 triliun.

Dua proyek itu sekarang dalam proses perampungan.

“Perlu diketahui bahwa proyek Smelter ini sepenuhnya investasi swasta tanpa melibatkan apbd Bantaeng. Pemda hanya membantu kelancaran proyek ini,” ujar AOS.

Karena itu, AOS sedang mempertimbangkan untuk mempolisikan pamflet black campaign ini untuk menelusuri siapa pembuat dan dibalik pamflet ini.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Pelatih Ini Jadi Rebutan PSG dan Chelseahelse

POJOKSULSEL.com – Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain bergabung dengan Chelsea untuk mendapatkan jasa Luis Enrique sebagai pelatih. Sport melansir, mantan pelatih Barcelona berusai 47 …