Prostitusi Pelajar SMA Marak, Tarif Rp500 Ribu Sekali Kencan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Praktik prostitusi yang melibatkan pelajar di Balikpapan, Kalimantan Timur, makin marak.

Para ABG itu tidak mangkal di pinggir jalan. Mereka menggunakan media sosial untuk menjajakan diri.

“Murah aja, kok. Cuma Rp 500 ribu, Om. Udah bisa begituan,” kata AS, salah satu siswi sekolah menengah atas (SMA) yang menjadi penjaja cinta, saat ditemui Balikpapan Pos, Minggu (14/1).

AS menambahkan, tarif yang dipatoknya sudah sesuai harga di pasaran.

Tarif itu sudah termasuk tempat eksekusi. AS biasa melayani para tamu di indekosnya.

“Iya, Om. Itu sudah sama kamar. Saya ngekos di Jalan MT Haryono. Kalau mau, ya, langsung aja,” kata AS.

Dia mengaku tidak menggunakan jasa muncikari saat menjajakan diri.

AS menambahkan, melayani tamu di indekos juga sama-sama menguntungkan.

Menurut AS, dirinya dan pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk menyewa kamar.

Hal itu berbeda jika mereka harus beradu peluh di kamar hotel atau penginapan.

AS mengaku dirinya bukan satu-satunya penghuni indekos yang menjajakan diri.

“Banyak, kok, teman-teman aku yang kayak gini. Terutama yang ngekos. Bos (orang tua), kan, nggak tahu kalau kami ginian,” tambah AS.

AS menambahkan, dirinya dan rekan-rekannya memanfaatkan WhatsApp, LINE, BlackBerry Messenger (BBM, Twitter, Facebook, dan Instagram, untuk menjajakan diri.

“Hasilnya buat nambah-nambah uang jajan, Om,” kata AS.

Selain AS, ada juga LS yang terjun ke lembah hitam. Mirisnya, dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Berbeda dengan AS, remaja 14 tahun itu berani mematok tarif lebih mahal.

“Rp 750 ribu, Om, sekali main,” ucap LS.

LS hanya melayani pelanggan di kamar hotel. Sebab, dirinya masih tinggal bersama orang tuanya di kawasan Bukit Sion. 

(yad/yud/pojoksulsel)



loading...

Feeds