Komunitas Kuda Lumping Dukung Program Pariwisata Luwu Timur

KABUPATEN Luwu Timur sangat ramah dengan berbagai kebudayaan. Daerah yang dihuni masyarakat multi etnis sangat berpotensi menjadi daerah tujuan wisata. Sebagai bentuk dukungan pariwisata, komunitas seni budaya Kuda Lumping Margo Budoyo di desa Atue hadir dan siap mendukung program wisata pemerintah daerah.

Kepala Desa Atue, Abdul Hamid mengatakan Kuda Lumping Margo Budoyo ini sudah lama adanya tapi pernah berhenti beraktivitas oleh karena itu Pemerintah Desa Atue kembali berinisiasi untuk menghidupkan kembali kesenian kuda Lumping.

Menurutnya lewat atraksi kuda Lumping ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru kesenian di Luwu Timur dalam berbagai event. Disamping itu pula diharapkan dapat mendorong kemajuan pariwisata di Luwu Timur.

Lanjutnya, Kuda Lumping tersebut merupakan seni budaya Jawa. Ia juga meminta Kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata untuk memberikan dukungan terhadap keberadaan komunitas seni budaya Kuda Lumping Margo Budoyo.

Sementara Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli yang mewakili Bupati Luwu Timur saat meresmikan komunitas tersebut mengatakan seni budaya seperti ini perlu digalakkan di Kabupaten Luwu Timur. Sebab Kabupaten Luwu Timur terdiri dari berbagai suku dan ras namun tetap bersatu.

“Saya menyambut baik dengan lahirnya seni budaya kuda Lumping ini yang diberi nama Margo Budoyo di Desa Atue Semoga dapat mempersatukan antara suku satu dengan yang lain,” kata Bahri, Minggu (11/02/2018) di Desa Atue Kecamatan Malili.

Menurutnya keberadaan Kuda Lumping Margo Budayo mempunyai nilai positif bagi pemuda Atue. Disamping untuk menikmati atraksi kuda Lumping, para pemuda juga bisa berkumpul belajar kesenian daerah sebagai ajang untuk mengembangkan bakat dan minat para muda kita dan tentunya sebagai pelestarian budaya.

Terkait permintaan Bantuan, Pemerintah tidak serta merta memberikan bantuan karena organisasi yang terdaftar di kantor kesbang baru bisa diberikan bantuan oleh karena itu Bahri Suli mengharapkan agar mendaftarkan organisasi seni budaya ini ke Kantor Kesbang, tutupnya.

Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah, Bahri Suli, Anggota DPRD Luwu Timur, KH Suardi Ismail, Asisten Pemerintahan, Dohri As’hari, Kadis Pariwisata, Hamris Darwis, Kepala Desa Atue, Abd Hamid. (rls/rommy setiawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds