Komdis Tak Cukup Bukti, Skorsing Dua Mahasiswa Unhas Resmi Dicabut

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Skorsing kepada dua mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional (HI) Universitas Hasanuddin akhirnya resmi dicabut dan dikembalikan hak akademiknya sejak Kamis (8/2/2018). Kedua mahasiswa tersebut masing – masing adalah Mohammad Nur Fiqri dan Rezky Ameliyah Arief.

Hal tersebut diungkapkam oleh Humas Unhas Ishaq Rahma, Jumat (9/2/2018). Ishaq membenarkan perihal pencabutan skorsing yang dikenakan kepada dua mahasiswa tersebut.

Ishaq membeberkan, jika pencabutan skorsing kepada dua mahasiswa Unhas tersebut, diputuskan setelah mahasiswa HI tersebut mengajukan banding di Komisi Disiplin Unhas.

Kemudian pada proses banding tersebut, kata Ishaq, jika dua mahasiswa tersebut tak terbukti lakukan pelanggaran coret – coret atau mengotori kampus, dan hanya melakukan pelanggaran aktifitas jam malam kampus.

“Mahasiswa yang diskorsing mengajukan banding. Komdis kemudian melakukan pemeriksaan banding. Kedua mahasiswa mengakui melakukan pelanggaran tata tertib kampus, pasal 7 ayat 2 (melakukan aktivitas pd pukul 22.00-06.00 tanpa seijin pimpinan universitas).

“Sementara untuk pelanggaran pasal 7 ayat 8 (melakukan perusakan, coret-coret, tempe – tempel bukan pada tempatnya) tidak terdapat cukup bukti,” sambung Ishaq Rahman.

Lebih lanjut, Ishaq Rahman, kembali menegaskam, jika pihak Universitas Hasanuddin tidak pernah melakukan pelarang berekspresi bagi mahasiswa Unhas.

“Perlu diingat bahwa Unhas tidak pernah melarang kebebasan berekspresi. Pernyataan pendapat melalui medium apapun tidak dilarang. Yg tidak boleh adalah melakukan hal-hal yg dilarang pada peraturan tata tertib kampus,” tegas Ishaq.

“Kampus juga merupakan lembaga pendidikan. Sehingga pertimbangan pembinaan mahasiswa lebih diutamakan. karena keduanya telah menyesali perbuatannya dan berjanji tdk akan mengulangi lagi, maka skorsing dinyatakan dicabut,” tutup Ishaq.

Diketahui sebelumnya, kasus ini bermula kala Satpam Unhas memergoki dua mahasiswa tersebut diduga sedang menempel poster berisi kritikan pada 18 Januari dengan tulisan, “ kampus rasa pabrik”, “Kalau pembangunan berarti tergusur, kemajuan berarti kehilangan ruang hidup”, dan “Rajin membaca jadi pandai malas membaca jadi polisi”.

Satpam pun mengajukan perbuatan dua mahasiswa itu dan ditindaklanjuti oleh Komisi Disiplin Unhas. Empat hari setelah kejadian, keduanya dijatuhi sanksi skorsing dua semester atas tuduhan pelanggaran terhadap Keputusan Rektor Unhas nomor : 1595/UN4/05.10/2013 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …