Lihat Nih… Kapolres Gowa Belajar Bikin Ketupat dari Nenek Sineang

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga belajar menganyam ketupat dari nenek Sineang.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga belajar menganyam ketupat dari nenek Sineang.

POJOKSULSEL.com, GOWA – Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dan Pengurus Bhayangkari Cabang Gowa, selama dua bulan ini konsisten menggalakkan bakti sosial kepada warga prasejahtera.

Pada setiap kunjungannya, Kapolres Shinto Silitonga kerap belajar keterampilan dari para warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga banyak belajar tentang etos kerja dan optimistis bertahan hidup dalam keterbatasan mereka.

Kali ini, Rabu (6/2/2018) sore, Kapolres Shinto Silitonga bersama rombongan Pengurus Bhayangkari Cabang Gowa, menyambangi rumah Daeng Sineang (67) di Desa Julupa’mai, Kecamatan Pallangga.

Di rumah sederhanya, Daeng Sineang mengandalkan keterampilannya menganyam ketupat. Ia bisa membuat 300 anyaman ketupat. Tapi, upah yang didapat begitu miris. Buah karyanya itu setiap harinya hanya diupah Rp3.000 saja.

“Sungguh ironis, bagaimana mungkin sang nenek dapat menyambung hidup dengan pendapatan seperti itu?” kata AKBP Shinto Silitonga.

Pada kesempatan itu, Kapolres Shinto Silitonga dan istri berkesempatan belajar menganyam ketupat dari nenek Sineang.

Tampak Nenek Sineang begitu serius mengajari perwira dua bunga di pundaknya itu bersama istrinya. Nenek Sineang terlihat memberikan penjelasan, sambil memperbaiki lembaran daun kelapa muda yang sementara dianyam oleh sang Kapolres.

Kapolres Shinto Silitonga pun mengaku senang melihat si nenek yang begitu terampil menganyam ketupat dari lembaran daun kelapa muda.

“Tapi saya sulit sekali membuat satu anyaman,” canda Kapolres Shinto Silitonga.

Dari penjelasan nenek Sineang bahwa ia masih memiliki seorang anak dan dua orang cucu. Mereka tinggal di kecamatan berbeda. Dan saat ini, anak semata wayangnya itu juga hidup membanting tulang demi menyambung hidup.

Di akhir kunjungannya, Kapolres Shinto Silitonga menitip pesan agar nenek Sineang tetap tegar dalam menjalani hidup. Ia pun memberikan bantuan yang telah dibawanya.

“Semoga berkenan ya nek, tetap tegar dalam menjalani kehidupan,” bisiknya kepada nenek Sineang saat pamit pulang.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds