Jamin Kesehatan Warganya, Pemkot Palopo Siapkan Rp 2 Miliar Setiap Bulan

POJOKSULSEL.com, PALOPO — Walikota Palopo, HM Judas Amir sangat konsen terhadap pelayanan masyarakat terutama di bidang kesehatan. Selain layanan Jemput Antar (JA), program lain yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Palopo adalh program kesehatan gratis.

Sejak tahun 2014 lalu, Pemerintah Kota Palopo sudah mulai menjamin kesehatan warganya sebanyak 47.915 jiwa. Mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di mana iurannya ditanggung oleh pemerintah melalui Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD).

Tidak hanya itu, pada tahun 2017, Palopo menerapkan program cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC). Melalui program ini, semua warga Palopo bisa ditanggung jaminan kesehatannya. Penerapan UHC di Palopo merupakan yang pertama kalinya diterapkan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) terhitung sejak 1 Januari 2017 lalu. Sementara di tingkat nasional, Palopo berada di ururtan ketiga setelah Provinsi DKI dan Aceh yang lebih dulu menerapkan program cakupan semesta ini.

Jika melihat data jumlah peserta PBI Pemkot Palopo per Januari 2018, tercatat 79.368 jiwa warga Palopo sudah terdaftar. Iuran mereka dibayar pemkot Palopo setiap bulannya dengan nilai Rp25.500 per jiwa. Artinya, dari 79.368 peserta BPJS Kesehatan, pemerintah membayar iuran kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp2 miliar lebih setiap bulannya.

Menurut Walikota Palopo, HM Judas Amir, pemerintah berkewajiban mengurusi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. “Melalui program UHC, semua warga Palopo bisa ikut di daftar, baik kaya maupun miskin. Asalkan mau berobat di Puskesmas dan dirawat kelas III di rumah sakit,” kata Judas.

(humaspalopo/pojoksulsel)



loading...

Feeds