UPTD JA, Inovasi Layanan Kesehatan Gratis dari Judas Amir untuk Masyarakat Palopo

Tim medis UPTA JA merujuk salah seorang warga Palopo ke rumah sakit. (ist)

Tim medis UPTA JA merujuk salah seorang warga Palopo ke rumah sakit. (ist)

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Walikota Palopo, HM Judas Amir, terus melakukan inovasi dan terobosan dalam memimpin Kota Palopo. salah satu inovasi yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Palopo adalah layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Jemput Antar atau lebih dikenal dengan sebutan UPTD JA.

Kehadiran UPTD JA ini bahkan diakui Kementerian Kesehatan RI sebagai inovasi bidang kesehatan terbaik di Indonesia, sehingga patut dicontoh daerah lainnya di Indonesia.

Tak hanya itu, tahun 2016 lalu, Walikota Palopo HM Judas Amir menerima penghargaan program inovasi bidang pelayanan kesehatan melalui program UPTD (JA) Jemput Antar dari Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) Awards.

Fajar Institute menilai, Judas Amir mampu memberikan inovasi selama kepemimpinannya khususnya di bidang kesehatan. Walikota Palopo, HM Judas Amir, mengaku sangat bersyukur atas hadirnya UPTD JA yang tiga tahun terakhir ini telah melayani masyarakat Palopo.

“Ini (UPTD JA) adalah bakti saya sebagai walikota kepada rakyat untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan paripurna,” kata Judas Amir.

Judas mengatakan, selama ini, sudah banyak warga Kota Palopo yang sakit memakai jasa UPTD JA, yakni layanan door to door dokter dan paramedis ke rumah pasien yang sakit selama 1X24 jam.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menuturkan, dengan adanya penghargaan seperti ini, maka diharapkan bisa menjadi motivasi untuk terus berinovasi untuk orang banyak. “Alhamdulillah, kita diberi penghargaan. Ini adalah kerja semua pihak dalam mendukung program pemerintah, sehingga program kita ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sejak dibentuk pada 9 Maret 2015 lalu hingga Desember 2017, total warga Palopo yang telah dilayani sebanyak 8.204 orang terdiri dari pengobatan di rumah, rujukan hingga pengantaran jenazah.

Tahun pertama, warga Palopo yang memanfaatkan jasa ini sebanyak 2.052, kemudian di tahun kedua tepatnya tahun 2016 sebanyak 2.844 dan pada tahun 2017 meningkat ke 3.308 pelayanan dengan rata-rata 400-600 kasus yang ditangani perbulannya.

Kepala UPTD JA, dr Bakri, mengatakan, selama UPTD JA beroperasi melayani warga Kota Palopo, masyarakat sangat merespon positif kehadiran UPTD JA yang diprakarsai Wali Kota Palopo, HM Judas Amir.

Bahkan, pada tahun 2017 lalu, UPTD JA terpilih ke tingkat Nasional untuk lomba Inovasi bidang kesehatan. “Saya sangat bersyukur, karena kehadiran UPTD JA ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kunjungan ke rumah warga yang sakit terus meningkat setiap hari,” kata dr Bakri.

Menurut dr Bakri, ada 2 faktor kehadiran UPTD JA sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pertama, faktor geografis. “Warga Palopo yang sakit di wilayah pelosok yang jauh dari Puskesmas dan Rumah Sakit sangat terbantu dengan UPTD JA.

Dokter bersama paramedis bisa mendatangani rumah warga meski berada jauh di pelosok, meski hujan lebat di tengah malam,” ujar dr Bakri. Faktor kedua, kehadiran UPTD JA sangat dirasakan manfaatnya bagi warga kurang mampu. Sebab, dokter bersama paramedis akan mendatangi rumah pasien berikut peralatan medis dan mobil ambulans.

“Bayangkan saja, pasien kritis di tengah malam, sulit dibawah ke rumah sakit atau puskesmas karena kendala kendaraan, maka tim UPTD JA hadir sebagai solusinya. Ini sangat membantu masyarakat, terutama pasien kritis dari keluarga kurang mampu,” kata dr Bakri.

Inovasi bidang kesehatan yang diprakarsai Wali Kota Palopo ini, memiliki sistem kerja dimana warga menelpon ke call centre UPTD JA di nomor 0471-21531. Dalam hitungan menit, dokter bersama paramedis dan bidan langsung meluncur ke rumah pasien menumpangi ambulance.

Dokter setibanya di rumah pasien memberikan tindakan pertama kepada pasien. Jika kondisi pasien kritis, maka tim UPTD JA langsung merujuk pasien ke rumah sakit. Kalau kondisinya tidak terlalu gawat dari segi medis, maka tim UPTD JA merujuk ke puskesmas.

“Tapi sebaliknya jika masih bisa dirawat inap di rumah, maka pasien dirawat di rumah dan dilayani paramedis sepenuh hati. Pelayanan ini semua gratis,” ujar dr Bakri.

Data UPTD JA, kunjungan tim medis UPTD JA ke rumah warga per harinya rata-rata 15 kunjungan. Ada 3 dokter siaga 1X24 jam di UPTD JA, termasuk 4 dokter lainnya siap membantu jika kondisi darurat terjadi di lapangan.

(humaspalopo/pojoksulsel)



loading...

Feeds