Wakil Ketua KPK: Paling Banyak Uang yang Kemungkinan Menang, tapi…

Laode Muhammad Syarif. Dok: Jawapos

Laode Muhammad Syarif. Dok: Jawapos

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan, jika momentum Pilkada serentak 2018 termasuk Pilkada Sulsel, masih sangat rawan terjadi transaksi politik uang.

Bahkan, Laode menganggap, di acara pesta demokrasi 5 tahunan ini, siapa yang paling banyak uang dalam Pilkada, akan lebih besar kemungkinan menjadi pemenang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Laode Muhammad Syarif saat menghadiri acara Konsolidasi Masyarakat Sipil Regional Timur di Hotel Fave, Jalan Pelita, Makassar, Selasa (23/1/2018).

“Jadi siapa yang paling banyak uangnnya, kemungkinan besar jadi Kepala Daerah, termasuk di Sulawesi Selatan,” katanya.

Pernyataan Laode ini berdasarkan hasil riset pribadinya perihal Money Politik dalam momentun Pemilihan Kepala Daerah. Riset tersebut menggambarkan, bahwa persentasi politik uang yang sangat tinggi yakni ada di kisaran 75 persen.

“Jadi dalam riset kami, pertanyaannya pernahkan anda melihat orang mrlakukan transasksi Politik?, tampak ada 75 persen orang menjawab Ya, dan 25 persen yang tidak,” beber La Ode.

Menurut, La Ode, hal itu sangat disayangkan, karena partisipasi Politik warga negara itu sangat tinggi yakni sekitar 80 persen. Sehingga bisa di bayangkan betapa bahayanya situasi Money Politik di Indonesia.

“Selain itu, partisipasi pemilih di Sulsel sangat tinggi itu ada di angka 80 persen, namun tidak bersanding lurus dengan seberapa tahu kita tentang Profil para calon kepala daerah,” tutur La Ode.

“Dengan begitu, siapa yang paling banyak uangnya kemungkinan besar akan menjadi pemenang karena angka transaksi politik uang yang sangat tinggi,” tutuo Wakil Ketua KPK ini.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds