Pria Lebih Bahagia dari Wanita, Ini Buktinya…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Periset Inggris merilis data dari Health Survey for England hampir setiap tahunnya. Studi berkelanjutan ini dirancang untuk memantau tren kesehatan negara tersebut.

Dari hasil riset diketahui temuan kesehatan mental yang menjadi berita utama di seluruh dunia.

Survei yang dilakukan pada 8.000 orang tersebut menunjukkan bahwa pria dewasa memiliki skor lebih tinggi daripada wanita pada keseluruhan kesejahteraan di setiap kelompok usia hingga mereka berusia 65 tahun.

Wanita akhirnya mengalahkan pria pada saat mereka sama-sama berusia 70-an tahun dan sedikit setelah berusia 85 tahun.

Laporan ini hanya mengumpulkan statistik kesehatan berdasarkan tanggapan survei saja.

Hal tersebut tidak bisa benar-benar mengurai alasan mengapa kesejahteraan perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki untuk sebagian besar hidup mereka atau mengapa tiba-tiba menjadi lebih baik di hari tua.

Gail Saltz, PhD, editor psikologi kontribusi Health and Different, mengatakan temuan tersebut mendukung studi yang telah dilakukan di Amerika Serikat.

“Penelitian menunjukkan bahwa pria memperoleh lebih banyak manfaat kesehatan mental dan fisik dari perkawinan hingga mereka berusia lanjut daripada wanita,” kata Saltz, seperti dilansir laman Health.

altz berspekulasi alasan tingkat kesejahteraan perempuan yang lebih rendah bisa bervariasi.

Mulai dari wanita yang cenderung menjadi pengasuh bagi pasangan dan keluarga mereka.

Ada juga wanita yang cenderung bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia atau tidak memuaskan karena ketergantungan finansial.

“Wanita juga didiagnosis menderita gangguan depresi dan kecemasan dua kali lipat tingkat pria, meskipun mereka juga lebih cenderung mencari perawatan kesehatan mental,” kata Michael Hakimi, PsyD, asisten profesor psikiatri di Loyola Medicine.

Rata-rata, nilai kesejahteraan dalam laporan (dalam skala 14 sampai 70) sedikit lebih tinggi untuk pria daripada wanita yakni 50,1 dibandingkan 49,6.

Survei Stress In America tahun lalu dari American Psychological Association menemukan bahwa hampir dua pertiga penduduk AS stres karena memikirkan masa depan mereka, dengan 59 persen responden menganggap ini sebagai titik terendah dalam sejarah Amerika yang bisa mereka ingat.(fny/jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds