Ternyata Segini Bayaran untuk Bintang Film Porno

POJOKSULSEL. com – Kematian tragis empat bintang film dewasa dalam tiga bulan belakangan ini, membuat publik bertanya sebenarnya bagaimana industri film dewasa tersebut.

Selain itu, mengapa ada yang tertarik memutuskan menjadi bintang ‘panas’. Seberapa menggiurkan uang yang bisa didapat dari beradegan intim tersebut? Ataukah pendapatan tersebut sepadan dengan kehormatan yang telah hilang?

Dilansir dari Independen.co.uk, pendiri LA Direct Model, agensi bintang panas kenamaan di Las Vegas, Derek Hay mengatakan bahwa sekitar 2.000 bintangnya dibayar berbeda-beda. Besarnya bayaran yang diterima tergantung dari apa yang mau mereka lakukan.

Pria yang lahir di Inggris ini mengungkapkan bahwa bintang wanita biasanya dibayar sekitar USD 1.000 untuk satu scene bermain dengan seorang bintang pria. Sedangkan, untuk sekali beradegan dengan bintang wanita lainnya, mereka akan dibayar sekitar USD 700-800. Jumlah bayaran tersebut bisa naik atau turun sekitar 10-20 persen tergantung dari siapa bintangnya dan siapa agennya.

“Untuk bintang muda yang melakukan adegan anal dan adegan dengan bintang pria kulit hitam pertama kali. Kemudian, adegan bertiga, berempat atau berlima dengan bintang pria pertama kali, maka akan dibayar dengan rate premium,” ungkapnya dalam sebuah wawancara awal tahun 2017.

Lalu berapa bayaran yang diterima untuk bintang wanita yang pertama kali melakukan adegaan tersebut? Ternyata jumlahnya cukup menggiurkan, yakni USD 2.000-6.000 atau sekitar Rp 27-81 juta.

Bagaimana dengan bintang pria, berapa bayaran mereka? Diungkapkan Hay bahwa tidak ada istilah gender dalam industri film dewasa, walaupun banyak yang mengatakan bahwa bintang pria yang lebih banyak diuntungkan dari pekerjaan ini.

“Saya pikir bintang porno tidak menghasilkan banyak uang sebagaimana persepsi publik di luar sana. Saya pikir tidak ada bintang porno yang sangat terkenal sekalipun yang menghasilkan sampai USD 500 ribu setahun. Tetapi, mungkin mereka bisa menghasilkan sekitar USD 300 ribu sampai USD 400 ribu dalam setahun,” ungkapnya.

(yln/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds