Kadivre Bulog: Tidak Ada Sejarahnya Sulsel Impor Beras

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Divisi Regional Perum Bulog Sulselbar Dindin Syamsuddin menegaskan di dearah ini tak perlu impor beras. Ia memastikan stok beras aman hingga 28 bulan kedepan.

Dindin mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini stok beras di daerahnya mencapai 80 ribu ton. Jumlah itu melimpah, jika dibandingkan kebutuhan beras masyarakat setempat berkisar 15 ribu ton dalam tempo tiga bulan.

Sehingga, kata dia, terdapat sekitar 65 ribu ton yang bisa dikirimkan ke luar daerah. Pengiriman tersebut juga tidak akan mempengaruhi stok beras di Sulselbar, karena pada waktu bersamaan juga masuk serapan beras dari petani.

“Sulsel tidak ada sejarah terima beras, kami selalu mengirim ke wilayah lain. 
InshaAllah Sulsel aman, bahkan kami sudah melakukan pembelian untuk jenis premium,” tegas Dindin.

Pernyataan itu berhubungan dengan rencana impor beras medium dari Thailand dan Vietnam yang bakal dilakukan Kemendag dalam waktu dekat ini.

Dindin mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Bulog Sulsel sudah mengirimkan total 300 ribu ton beras ke luar daerah. Tujuannya hampir di seluruh Indonesia.

“Kita kirim ke seluruh Sumatera kecuali Lampung, kemudian selurih Jawa kecuali Jawa Timur dan Jawa Tengah, Papua, Bali, Nusa Tenggara, dan daerah lainnya,” kata Dindin.

Bahkan pada program Operasi Pasar, Bulog Sulsel melepaskan beras premium dengan harga Rp 9.000, dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp9.450. “Untuk periode pertama, hari ini hampir 100 ton kita siapkan untuk operasi pasar. Pada dasarnya, berapapun kebutuhan pasar kita pasti siap,” ungkap Dindin.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds