Agus AN Maju di Pilgub Sulsel 2018, Suara di Ajatappareng Kian Seksi

Ilustrasi Pilgub Sulsel 2018

Ilustrasi Pilgub Sulsel 2018

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Agus Arifin Nu’mang memastikan diri lolos maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018. Agus AN berpasangan dengan Tanribali Lamo tentunya akan menjadikan politik Sulsel lebih dinamis, utamanya wilayah Ajatappareng yang disebut-sebut sebagai basis Agus AN.

Agus AN, wakil gubernur Sulsel dalam dua periode mendampingi Syahrul Yasin Limpo, diketahui merupakan putra terbaik asal Sidrap. Basis keluarga asal Sidrap yang merupakan salah satu kabupaten di Ajatappareng menjadikan Agus AN sangat populer di wilayah pesisir Barat Sulsel tersebut.

Pasangan Agus-TBL boleh dikatakan lolos mendapatkan tiket Pilgub Sulsel disaat injuri time.

Apakah Agus-TBL akan menjadi penguasa suara di Ajatappareng? Agus yang sempat beberapa kali “bongkar pasang” wakilnya, akhirnya mendapatkan dukungan 19 kursi dari akumulasi Partai Gerindra (11), PPP (7), dan PBB (1).

Selain latar belakang berdarah Bugis Sidrap sebagai potensi besar mengusai wilayah Ajatapparen(Barru, Sidrap, Parepare, Pinrang, dan Enrekang), yang menjadi jaminan lainnya adalah pada dua kali pilgub sebelumnya dimana Agus AN sebagai wakil dari Syahrul Yasin Limpo.

Dalam dua kali perhelatan terakhir Pilgub Sulsel dimana Agus mendampingi Syahrul Yasin Limpo, pasangan yang dikenal dengan tagline Sayang itu, selalu meraup suara 80 persen di wilayah Ajatappareng.

Dua jaminan alasan menjadikan pasangan Agus-TBL bakal menguasai Ajatappareng. Hanya saja, menurut pengamat politik, itu tidak menjadi legitimasi kuat dalam berpolitik.
Alasannya, masih ada kandidat lain di Pilgub Sulsel ini yang juga punya kekuatan untuk infiltrasi di beberapa wilayah daratan Ajatappareng.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) mengatakan, kemungkinan besar yang paling berpeluang untuk melakukam infiltrasi di wilayah Ajatappareng yakni pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan Prof Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

“Yah ada dua kandidat yakni NA dan NH punya kans yg cukup kuat untuk merebut dukungan elektoral di wilayah itu,” ungkap Asra, Kamis (11/1/2018).

Pertama, bagi NH-Aziz sendiri, selain karena kekuatan mesin politik yakni pimpinan pemerintah daerah di beberapa wilayah Ajatapareng merupakan penguasaan Golkar, ternyata, NH juga punya pendukung partai Nasdem. Dimana di Sidrap misalnya masih ada kekuatan bupati dan juga beberapa tokoh Nasdem di daerah tersebut, juga yang pasti kekuatan partai koalisi yang besar.

Ketua DPD Nasdem Sulsel Rusdi Masse merupakan bupati Sidrap yang sudah berkuasa selama dua periode.

“Belum lagi menimbang NasDem punya beberapa figur kuat yg maju di beberapa pilkada,” kata Dewan Pendiri Epicentrum Politica ini.

“Juga masih ada beberapa militan Qahhar Mudzakkar di Ajatappareng yang tentunya di beberapa moment politik selalu memilih Abd Aziz Qahhar (wakil Nurdin Halid) sebagai putra Qahhar Mudzakkar,” sambung Asra.

Sedangkan, bagi Prof Andalan, Asra menilai, Nurdin Abdullah punya latar belakang genologi atau kelahiran di salah satu Wilayah Ajatappareng, yakni di Kota Parepare. Sehingga NA juga punya kans kuat merebut basis Ajatappareng.

Selain itu, di beberapa survei terakhir, kata Asra, Nurdin Abdullah selalu berada di posisi teratas selama ini di pembagian wilayah bekas kumpulan kerajaan-kerajaan kecil itu.



loading...

Feeds