Alokasi Pupuk Bersubsidi 2018 Sedikit, Komisi II DPRD Lutim Gelar Rapat

POJOKSULSEL.com, LUWU TIMUR – Komisi II DPRD Luwu Timur menggelar rapat perdana di awal tahun 2018 bersama Dinas Pertanian Pemkab Luwu Timur terkait kekurangan pupuk bersubsidi yang ada di Luwu Timur.

Anggota DPRD Suwandi Sujito yang ditemui usai rapat di Kantor DPRD Luwu Timur mengatakan alokasi pupuk untuk tahun 2018 tidak sesuai harapan. Senin (8/1/2018).

Suwandi merasa perihatin atas perbedaan yang sangat mencolok terkait Alokasi pupuk bersubsidi yang diterima pada tahun ini, terkait hal tersebut dirinya bersama komisi II berencana untuk secepatnya meminta tambahan relokasi pupuk bersubsidi kepada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel dan Kementerian Pertanian RI di Jakarta.

Lanjutnya, Pada tahun 2017 lalu, Komisi II DPRD Lutim telah berhasil meminta tambahan 6 Ribu Ton pupuk bersubsidi. Menurutnya pada tahun ini, dirinya bersama komisi II akan mengupayakan hal serupa untuk meminta tambahan pupuk lagi bagi para petani di Luwu Timur. “Kami akan upayakan bertambah lagi (Pupuk Bersubsidi), ini sangat dibutuhkan para petani,” Ungkapnya.

sementara itu, dalam SK Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel memuat alokasi Pupuk bersubsidi untuk Kab Luwu Timur hanya 29.416 Ton. Alokasi pupuk bersubsidi tersebut menyusut menjadi 28 persen dari Total Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK) sebanyak 105.914 Ton pupuk bersubsidi.

Berikut data Dinas Pertanian Pemkab Lutim terkait perbandingan rincian RDKK dengan Alokasi Pupuk bersubsidi yang akan diterima Luwu Timur untuk Tahun 2018. Pupuk Urea yang dibutuhkan sebanyak 16.935 Ton menjadi 9.380 Ton, Pupuk SP-36 dibutuhkan sebanyak 7.919 Ton menjadi 2.965 Ton, Pupuk ZA dibutuhkan sebanyak 4.555 Ton menjadi 1.002 Ton, Pupuk NPK dibutuhkan sebanyak 27.736 Ton menjadi 12.319 Ton, dan Pupuk Organik dibutuhkan sebanyak 48.769 Ton menjadi 3.750 Ton.

(Tommy Setiawan/ Pojoksulsel)



loading...

Feeds