Kaleidoskop 2017: Bos First Travel Hidup Mewah, Jemaah Menangis

Pasutri pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. foto via jpnn

Pasutri pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. foto via jpnn

POJOKSULSEL.com – Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok umroh murah First Travel pada pertengahan 2017. Tak tanggung, korbannya mencapai ratusan jamaah dengan jumlah kerugian mencapai Rp 1 triliun. Polisi menetapkan pasturi pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, sebagai tersangka.

Mirisnya, kedua tersangka hidup mewah di tengah penantian ratusan jamaah untuk bisa berangkat umrah. Mereka memiliki rumah mewah bak istana di Sentul, Depok. Ada juga apartemen mewah di Puri Park View, membeli mobil mewah, menyewa kantor, membeli saham restoran Nusa Dua di London, Inggris.

Bahkan, Anniesa juga mengikuti ajang New York Fashion Week (NYFC) yang diduga menggunakan uang jamaah. Barang bermerk juga dibelinya, seperti tas merek Furla, tiga tas merek Louis Vuitton, satu tas merek Gucci, dua tas merek Moschino, dan satu tas merek Bally.

Kasus ini terungkap saat satuan tugas (Satgas) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT First Travel menghentikan operasional perusahaannya. Hal itu terkait dugaan adanya investasi ilegal pemberangkatan jamaah umrah yang dinilai merugikan masyarakat.

Kecurangan First Travel tercium saat 600 jemaah asal Jawa Timur terdampar di Jakarta selama 4 hari tanpa kejelasan kapan berangkat. Jemaah yang kecewa kemudian melapor persoalan tersebut kepada DPR untuk ditindak lanjuti.

“Penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin semakin mengkhawatirkan,” kata Ketua Satgas OJK Tongam L Tobing, Sabtu (22/7).

Menanggapi adanya isu tersebut Kementerian Agama (Kemenag) juga ikut turun tangan menyelediki dugaan penyelewengan anggaran terhadap jemaah umrah. Setelah dilakukan penyeledikan Kemenag akhirnya menemukan adanya pelanggaran undang-undang pasal 65 huruf a peraturan pemerintah nomer 79 tahun 2012 tentang penyelenggaraan ibadah haji.

Dengan adanya pelanggaran tersebut Kemenag secara resmi mencabut izin penyelenggaraan umrah yang dilakukan oleh FT.

“Dengan hormat, terlampir kami sampaikan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 tahun 2017 tanggal 1 Agustus 2017 tentang penjatuhan sanksi administratif pencabutan izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah,” bunyi petikan surat tersebut, Jumat (4/8).

Terkait pencabutan izin ini, Kemenag menghimbau kepada seluruh korban untuk tetap tenang dan pihaknya juga meminta manajemen First Travel tetap memenuhi kewajibannya untuk memberangkatkan jemaah yang telah terdaftar.

Tak cukup sampai di OJK dan Kemenag, para korban penipuan ini akhirnya menyeret perkara ini masuk ke ranah pidana. Setelah ditindak lanjuti, kepolisian akhirnya menenetapkan direktur utama First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka pada tanggal 9 agustus 2017 dalam kasus penipuan jamaah umrah.

Berselang satu pekan setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, penyidik kembali menetapkan tersangka baru. Yakni, direktur keuangan First Travel Siti Nuraidah Hadi alias Kiki yang sebelumnya berstatus saksi.

Kiki langsung diamankan oleh penyidik Bareskrim di kediamannya di Cluster Vasa, Kabagusan, Jakarta Selatan. Pada saat diamankan sempat diwarnai isak tangis tersangka Kiki.



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …