Dukungan IYL-Cakka Diduga Dibegal, Tim Rumah Kita Protes Penyelenggara

Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) saat menjadaftar jalur perseorangan di KPU Sulsel, Sabtu (25/11/2017).

Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) saat menjadaftar jalur perseorangan di KPU Sulsel, Sabtu (25/11/2017).

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Rekapitulasi dukungan independen untuk calon gubernur-wakil gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo- Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang digelar di KPU Palopo, Sabtu (30/12) sore berlangsung tegang.

Dua orang Liasion Officer (LO) dari Rumah Kita Palopo, Isra Rauf Basuri dan Ridwan Fattah sempat adu mulut dengan anggota KPU Palopo, Syamsul Alam dan sejumlah PPK.

Penyebabnya, banyak berkas dukungan IYL-Cakka yang diduga “dibegal” oleh penyelenggara, karena saat proses veirifikasi berlangsung, sebagian LO di larang mendekat.

Ketua Tim Rumah Kita Palopo, Isra mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan angka yang dinyatakan memenuhi syarat. Hanya saja, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan kenapa sampai tidak memenuhi syarat tergolong banyak.

“Kami merasa dikerjai oleh penyelenggara. Prosesnya yang tidak sesuai dengan aturan dalam PKPU,” katanya. Dia mencontohkan di beberapa kelurahan dalam kota Palopo.

Isra mencontohkan di Kelurahan Benteng. Saat verifikasi data faktual tahap kedua mereka diberikan data untuk calon walikota dan wakil walikota Palopo dari jalur independen. Tentu saja, saat dipanggil satu persatu mereka tidak merasa mendukung pasangan IYL-Cakka.

Hal yang sama juga diungkapkan Ridwan Fattah. Dia mengungkap di Kelurahan Boting, ada 170 dukungan IYL – Cakka yang disebut penyelenggara tidak ditemui.

Padahal dari pengakuan warga, mereka tidak pernah meninggalkan rumah. ” Dan banyak kejanggalan lainnya yang kami temukan. Memang ada upaya secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) untuk menjegal dukungan masyarakat kepada pasangan IYL-Cakka,” katanya.

Bukan saja pasangan IYL-Cakka yang merasa dikerjai. LO dari pasangan independen walikota-wakil walikota Palopo, Buya Andi Iksan- Andi Togellangi, juga merasakan hal yang sama.

LO Buya- Togellangi, Habibi juga mengungkap di lapangan banyak PPS yang tidak bekerja secara maksimal. Dia mengungkapkan di rumahnya sendiri ada tujuh orang yang menyerahkan dukungan ke Buya-Togellangi.

” Namun, hanya satu yang diverifikasi. Padahal orang di rumah tidak pernah keluar karena sakit,” katanya.

Hal lainnya, ungkap Habibi, karena waktu yang mepet dukungan kepada calonnya tidak maksimal. Diketahui, untuk pasangan IYL-Cakka dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 8.099. Sementara untuk pasangan Buya-Togellangi 4.145.

Anggota KPU Palopo, Syamsul Alam mengatakan, keributan tersebut hanya dinamika dalam demokrasi. Dia mengaku sebagai penyelenggara sudah maksimal menjalankan apa yang menjadi kewenangannya.

(rilis/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Resmi!!! Ongkos Haji 2018 Naik

POJOKSULSEL. com – Ongkos penyelenggaran ibadah haji di tahun 2018 atau 1439 hijriah mengalamai kenaikan ‎sebesar 2,58 persen. Hal itu …

Stadion Mattonging Ditutup

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, akan ditutup sementara. Ini dilakukan selama perbaikan lapangan, yang mengalami kerukan pasca …