Gubernur SYL Berbagi Pengalaman Jadi Relawan di Aceh

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat berpidati di peringatan Hari Relawan di Lapangan Bumi Perkemahan Batu Arang Moroanging, Kabupaten Enrekang, Selasa (26/12/2017) sore.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat berpidati di peringatan Hari Relawan di Lapangan Bumi Perkemahan Batu Arang Moroanging, Kabupaten Enrekang, Selasa (26/12/2017) sore.

POJOKSULSEL.com, ENREKANG – Di tengah hujan dan dingin Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) begitu antusias menyampaikan pengalamannya menjadi pimpinan rombongan tim sukarelawan Sulsel tsunami Aceh, tepat 13 tahun lalu.

“Tepat hari ini, 13 tahun lalu, saya memimpin rombongan tim Sulsel di Aceh. Mengangkat mayat-mayat yang bergelimpangan dan warga yang tidak berdaya, mereka tidak berdaya namun yang membuat mereka berdaya adalah hadirnya relawan,” kata Syahrul YL.

Hal ini diungkapkan SYL, saat menutup acara peringatan Hari Relawan di Lapangan Bumi Perkemahan Batu Arang Moroanging, Kabupaten Enrekang, Selasa (26/12) sore.

Menjadi relawan disebutkan olehnya, merupakan panggilan tuhan, pengejawantahan keimanan seseorang. Relawan juga berarti memperjuangkan kepentingan bangsa dengan berlajar berideologi.

“Selanjutnya, menjadi relawan adalah panggilan kemanusian, panggilan karakter, panggilan dunia,” sebut Syahrul YL yang menyampikan arahannya ditengah hujan, tanpa penghalang yang menutupi kepalanya.

Pada kesempatan ini, SYL juga memuji Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang menjadi salah satu tim yang berhasil mengoalkan Undang-Undang Kepalang Merahan.

Sementara itu Ichsan dalam sambutannya, menyebutkan bahwa sukarelawan merupakan jantung organisasi kesukarelawan. “Sukarelawan begitu banyak sumbangsihnya bagi PMI,” ucapnya.

Besarnya sumbangsih relawan pada peristiwa bencana alam tsunami Aceh membuat pemerintah menetapkan setiap tanggal 26 Desember sebagai hari Sukarelawan Palang Merah Indoneisa.

Ia juga menambahkan bulan Desember adalah bulan istimewa bagi sukarelawan karena, pada 11 Desember telah lahir Undang-Undang Kepalang Merahan yang dapat memberikan perlindungan pada kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

“Ini memberikan perlindungan bagi kegiatan-kegiatan kemanusiaan, serta memiliki landsan hukum yang kuat,” ujarnya.

Bupati Enrekang HM Muslimin Bando menyampaikan kepada gubernur bahwa lokasi perkemahan ini, untuk jalan akses masuk telah dibangun jalan dari bantuan dana yanh diberikan Gubernur Sulsel di hari jadi Enrekang di tahun 2016.

Penandatangan nota kesepahaman juga antara PMI dengan Dinas Pendidikan Sulsel terkait pengembangan kegiatan kepalang merahan di satuan pendidikan Sulsel. Serta bersama dinas terkait tentang donor darah dan pelayanan sosial.

(humaspemprovsulsel/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Resmi!!! Ongkos Haji 2018 Naik

POJOKSULSEL. com – Ongkos penyelenggaran ibadah haji di tahun 2018 atau 1439 hijriah mengalamai kenaikan ‎sebesar 2,58 persen. Hal itu …

Stadion Mattonging Ditutup

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, akan ditutup sementara. Ini dilakukan selama perbaikan lapangan, yang mengalami kerukan pasca …