Lihat Nih… Gaya Putri Setnov Hadiri Panggilan KPK

Putri Setya Novanto, Dwina Michaella, saat memenuhi panggilan penyidik KPK. (Desynta Nuraini/JawaPos.com)

Putri Setya Novanto, Dwina Michaella, saat memenuhi panggilan penyidik KPK. (Desynta Nuraini/JawaPos.com)

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Putri Setya Novanto, Dwina Michaella, akhirnya datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini.

Dia diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

Putri terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto itu tiba di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, sekitar pukul 09.45 WIB. Tampil casual menggunakan kaos bewarna hitam serta jaket jeans, Dwina terlihat santai dengan memegang segelas kopi.

Dia juga tampak ditemani seorang pria muda mengenakan kemeja biru dongker saat datang ke markas antirasuah. Tak ada sepatah kata yang dikeluarkan Dwina ketika diberondong pertanyaan dari awak media.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya mengatakan, Dwina akan dimintai keterangannya soal kepemilikan saham di salah satu konsorsium penggarap proyek e-KTP, PT Murakabi Sejahtera.

Sejatinya, KPK pernah memanggil Dwina pada November lalu. Namun melalui kuasa hukum Novanto kala itu, Fredrich Yunadi, Dwina tidak hadir dengan alasan surat panggilan dikirimkan ke kediaman ayahnya bukan kediamannya.

Selain Dwina, KPK juga memanggil putra dari Novanto Rheza Herwindo. Nama dua anak Novanto muncul dalam dakwaan bersamaan dengan ibunya, Deisti Astriani Tagor serta pamannya, Irvanto Hendra Pambudi terkait kepemilikan PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011. Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium PNRI yang sudah dipastikan memegang proyek e-KTP.

Dibeberkan dalam dakwaan, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik Novanto melalui Irvanto, Deisti, dan Rheza. Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.

Karenanya, Irvanto dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan yang merupakan Adik Andi Agustinus sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera untuk kemudian diikutsertakan ke konsorsium lelang PNRI.

Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera. Deisti memiliki 50 persen, sedangkan Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sementara Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.

Supaya bisa ikut tender dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukan jasa usaha pembuatan ID card. Padahal sebelumnya, jasa tersebut tidak ada di Murakabi. (dna/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …