Aksi Seribu Lilin Depan Kampus UKI Toraja untuk Martina Marni

Mahasiswa UKI Toraja menggelar aksi seribu lilin, Kamis (20/12/2017) malam, atas tewasnya rekan mereka Marni. | POJOKSULSEL - BAYU

Mahasiswa UKI Toraja menggelar aksi seribu lilin, Kamis (20/12/2017) malam, atas tewasnya rekan mereka Marni. | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSULSEL.com, TANA TORAJA – Ratusan rekan Martina Marni, mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang tewas secara mengenaskan, menggelar aksi damai di depan kampus mereka, Kamis (21/12/2017) malam.

Seribu lilin di nyalakan dalam aksi ini sebagai simbol duka cita mendalam akibat tragedi yang menimpa rekan mereka, Mirna.

Dengan membawa poster, satu persatu mahasiswa lakukan orasi secara bergantian. Selain, mahasiswa sejumlah organisasi juga mengikuti aksi ini.

“Ini adalah duka kita semua. Bukan hanya jurusan Bahasa Inggris, tapi seluruh civitas akademika UKI Toraja, berduka atas tragedi saudari kita,” ujar salah seorang rekan Mirna dengan terbata-bata.

Selain mengungkap duka mendalam peserta aksi juga mendesak kepolisian mengusut kasus Marni sampai tuntas.

“Polisi harus segera mengungkap kasus ini. Kami akan mengawal dan membantu kepolisian mengungkap kasus ini. Kami beri kesempatan kepada kepolisian paling lama seminggu untuk mengungkap kasus rekan kami,” ujar ketua Sapma PP Tana Rorsja Prydan Londong Allo.

Aksi ini dimulai pukul 18.00 Wita. Jalannya aksi ini sendiri berlangsung kondusif. Aksi ditutup dengan menggelar doa untuk menguatkan keluarga Marni juga agar terungkapnya kasus ini segera. Selain itu mahasiswa juga bernyanyi bersama.

Untuk diketahui, Selasa (19/12/2017) sore, seorang mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja yang diketahui bernama Marni (23), jurusan Bahasa Inggris semester tujuh, ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan hutan pinus, Marrang, Kecamatan Mengkendek Tana Toraja. Diduga Marni merupakan korban pembunuhan.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds