Maqdir: Perkara Setnov Harus Dihentikan

Pengacara Setya Novanto Maqdir Ismail

Pengacara Setya Novanto Maqdir Ismail

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/12).

Sidang kedua yang dijalani mantan Ketua DPR RI itu digelar dengan agenda pembacaan eksepsi atau pembelaan.

Dalam eksepsinya, pengacara Setnov, Maqdir Ismail menyebut dakwaan yang dibacakan JPU KPK berubah-ubah.

Menurutnya, penyusunan surat dakwaan tidak bisa disamakan dengan laporan intelijen yang bisa berubah setiap waktu sesuai keadaan.

Hal itu disampaikan Maqdir di sela-sela sidang lanjutan kliennya.

“Surat dakwaan itu harus tegas, pasti, apalagi mereka didakwa secara bersama-sama,” ujar Maqdir.

Maqdir menyatakan, dakwaan terhadap kliennya itu tidak sinkron dengan dakwaan terhadap tiga terpidana lainnya di kasus yang sama. Yaitu Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong.

“Berulang kali saya katakan, kalau surat dakwaan disusun secara bersama-sama, seharusnya seluruh isi surat dakwaan itu sama. Tidak boleh ada perbedaan, termasuk titik komanya,” ucap Maqdir.

Atas dasar itu, pihaknya meminta majelis hakim yang menangani perkara hukum mantan Ketua DPR tersebut mengeluarkan putusan sela.

Tujuannya, yakni untuk membatalkan dakwaan JPU KPK atas Setya Novanto.

“Kalaupun tidak dibatalkan, kami mohon agar dinyatakan (dakwaan,red) tidak dapat diterima, sehingga perkara harus dihentikan,” kata Maqdir.

Untuk Diketahui, sidang selanjutnya akan kembali digelar pad Kamis (28/12) pekan depan.

Sidang lanjutan tersebut beragendakan untuk mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum terhadap eksepsi Novanto.

(gir/jpnn/pojoksatu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Appi-Cicu Rancang Program Pro Rakyat

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Andi Rachmatika Dewi mendapat sambutan hangat dari warga dibeberapa wilayah di Kecamatan …
Menko Polhukam Wiranto. IST

Wiranto Sebut Kini Hanura Ada Dua Kubu

POJOKSULSEL. com – Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengaku kaget dengan realitas yang terjadi di internal partai yang dirintisnya pada 2006 silam. …