Pengakuan Salma Hayek yang Terpaksa Bugil untuk Weinstein

Salma Hayek

Salma Hayek

POJOKSULSEL.com – Satu per satu korban kekerasan seksual mantan bos The Weinstein Company kembali terbongkar.

Kali ini muncul dari pengakuan bintang film cantik Salma Hayek lewat sebuah tulisan. Opini awam (op-ed) yang dipublikasikan The New York Times itu jadi sarana pelepasan emosi bagi bintang utama Frida tersebut.

“Selama bertahun-tahun dia adalah monster bagi saya,” tulis Hayek tentang Weinstein dalam pengakuannya. Perempuan 51 tahun itu menjadi bintang film perempuan terbaru yang buka suara tentang predator seksual kelahiran Kota New York tersebut.

Dia butuh waktu belasan tahun untuk memutuskan mengakui bahwa dirinya juga korban Weinstein. Hingga kini, rasa sakit gara-gara perlakuan buruk tersebut masih dia rasakan.

Sebelum buka suara, Hayek mengatakan, ia harus berdamai lebih dahulu dengan diri sendiri. Sebab, ada bagian dari dirinya yang selalu berusaha menyangkal bahwa Weinstein pernah menguasai ‘tubuhnya’.

Weinstein memang tidak pernah memerkosa dia. Bos sekaligus pendiri Miramax tersebut juga tidak menyentuh atau mencium Hayek secara paksa. Tetapi, Weinstein berhasil mengintimidasi sang bintang.

Semuanya bermula dari film Frida yang tayang pada 2002. Hayek yang sedang sangat bersemangat menjadi produser menjajal peruntungan di Miramax. Saking bersemangat, Hayek mengabaikan cerita-cerita seram tentang Weinstein.

Benar saja, negosiasi dengan Weinstein selalu melibatkan seks. Pria 65 tahun itu bersedia mendanai dan mendistribusikan Frida asalkan Hayek mau memasukkan adegan yang ia usulkan. Yakni, adegan seksual Frida dan kekasih perempuannya.

Hayek sebagai pemeran Frida harus satu frame dengan perempuan yang berperan sebagai kekasih Frida tanpa selembar benang pun. Weinstein yang punya kuasa, uang, dan segala yang Hayek butuhkan saat itu langsung merasa di atas angin.

Tak mau menyia-nyiakan kerja kerasnya dan orang-orang yang mendukungnya dalam Frida, Hayek terpaksa sepakat. Dia menyerah kepada Weinstein.

Dia mengabulkan permintaan Weinstein setelah diancam akan dibunuh. Akhirnya, fantasi seksual sang monster pun terabadikan dalam Frida.

“Tubuh saya menggigil tanpa terkendali. Bukan karena saya harus telanjang di depan perempuan lain. Tetapi, saya sadar, saya harus telanjang bersama perempuan lain demi Harvey Weinstein,” ungkap Hayek.

Sejak saat itu dia tidak berhenti menyalahkan diri sendiri. Sebab, sejak awal dia tahu bahwa datang di Miramax dan bernegosiasi dengan Weinsten adalah kesalahan. (JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Appi-Cicu Rancang Program Pro Rakyat

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Andi Rachmatika Dewi mendapat sambutan hangat dari warga dibeberapa wilayah di Kecamatan …
Menko Polhukam Wiranto. IST

Wiranto Sebut Kini Hanura Ada Dua Kubu

POJOKSULSEL. com – Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengaku kaget dengan realitas yang terjadi di internal partai yang dirintisnya pada 2006 silam. …