“Sihir” Kapolda Sulsel Umar Septono Gelitik Sisi Kemanusiaan Kita

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Surat Telegram (STR) Kapolri No. ST/2750/XI/2017 Tanggal 16 November 2017 menjadi informasi penting di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam salah satu poin keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu, tertera nama Irjen Pol Umar Septono.

Umar Septono ditugaskan untuk menggantikan Irjen Pol Muktiono sebagai pemimpin tertinggi Korps Bhayangkara di Sulsel. Siapa Umar Septono pun mulai disearch di mesin pencari.

Utamanya para pewarta dan polisi yang akan mengetahui siapa perwira yang akan memimpin polisi di Sulsel dan seperti apa profilnya.

Awal Desember ini menjadi sentuhan pertama Umar Septono dengan polisi di Sulsel melalui upacara pisah sambut di Polda Sulsel. Pidatonya diawali dengan takdir Tuhan yang mengananalogikan daun jatuh bahawa semua kejadian adalah sudah diatur Sang Maha Pencipta.

“Alhamdulillah, kita dipertemukan sore ini di lapangan ini. Tak sehelai daun pun yang jatuh ke bumi tanpa seizin Tuhan Yang Maha Kuasa,” demikian pembuka pidato Umar Septono di hadapan polisi di Sulsel.

Hanya dalam beberapa hari menjabat, lulusan Akpol 1985 yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda NTB, langsung mendapat perhatian warga Sulsel. Banyak sentuhan dan gaya Umar Septono yang tidak lazim bagi kalangan pejabat.

Kapolda Umar Septono ibarat seperti “pesulap” yang mengalahkan sihir atau magic pemain bola di lapangan hijau. Saat ini, bagi warga Sulsel, Makassar khususnya, sihir Lionel Messi kalah dari seorang Umar Septono.

Beberapa video yang diunggah di youtube seketika menjadi viral. Yah, touching atau sentuhan Kapolda Sulsel Umar Septono memang tak lazim.

Polisi yang selalu identik dengan penegakan hukum, ketegasan menyampaikan aturan, dan yang bersifat formal, seolah tidak berlaku bagi Umar Septono. Bagaimana video saat dia memimpin apel mengajak clening service atau tukang sapu berdiri di sampingnya.

Dengan lantang Umar Septono berbicara jika anggotanya harus menjaga kebersihan dengan berempati kepada sang tukang sapu itu. “Sejak pukul 5 dia sudah bangun dan bekerja,” kata Umar Septono.

Dalam penyampaian lanjutan Umar Septono, dia mengkritik anggota polisi yang dengan seenaknya membuang sampah yang hanya beberapa menit setelah dibersihkan oleh tukang sapu.

Penekanan pada kebersihan. Dalam video lain, tak canggung dia memungut sampah di sekitar flyover Makassar. Satu persatu sampah dia punguti yang akhirnya diikuti oleh para perwira polisi lainnya.

Entah karena merasa tidak enak atau “malu sendiri” dengan contoh konkrit yang diberikan komandan mereka.

Video-video yang viral di media sosial dengan sosok berbeda Sang Kapolda pun membuat orang semamkin ingin mengetahui bagaimana perjalanan hidup seorang Umar Septono.

Saat kita mengklik nama Umar Septono di mesin pencari, dengan mudah kita akan menemukan banyak cerita. Ternyata Umar Septono memang bukan polisi biasa.



loading...

Feeds