NA Raih Penghargaan Anti Korupsi, Juri: Angka Pengangguran Juga Turun

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah saat menerima penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), Kamis (14/12/2017).

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah saat menerima penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), Kamis (14/12/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA) untuk ke sekian kalinya mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta, juga lokal maupun internasional.

Kali ini, Nurdin Abdullah didapuk penghargaan dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) kembali memberikan penghargaan kepada tokoh yang terus berusaha menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Untuk tahun 2017 ini, penghargaan diberikan kepada dua tokoh, yakni Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Jakarta, Kamis (14/12/2017) malam, dan diterima langsung oleh kedua tokoh.

Nurdin Abdullah saat dikonfirmasi perihal pemberian penghargaan tersebut, mengatakan, jika secara pribadi ia sangat berbangga, namun yang terpenting adalah kerja sama semua pihak di seluruh kabupaten Bantaeng.

na, bupati bantaeng, nurdin abdullah, penghargaan bupati bantaeng, penghargaan anti korupsi na, pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah saat menerima penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), Kamis (14/12/2017).

“Ini (Penghargaan) atas kerja sama kita semua, para stakeholder terkait, terlebih ini adalah keberhasilan masyarakat Kabupaten Bantaeng,” ungkap Nurdin Abdullah yang juga merupakan Bakal Calon Gubernur Sulsel 2018.

Betti Alisjahbana, anggota Dewan Juri BHACA 2017 mengatakan, Nurdin Abdullah dipilih karena mempunyai komitmen yang sangat tinggi dalam membangun pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi.

“Selama kepemimpinannya, perekonomian Bantaeng tumbuh pesat, pendapatan per kapita warga meningkat tajam, serta angka pengangguran turun drastis,” Betty.

Sedangkan Heru Pambudi, dinilai mampu memimpin reformasi kepabeanan dan cukai demi mencapai pelayanan yang lebih cepat, lebih bagus, serta lebih transparan.

“Meski perjalanan pembenahan di Bantaeng dan Bea Cukai masih panjang, namun Dewan Juri menilai bahwa komitmen serta usaha konsisten yang ditunjukkan Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi layak untuk mendapatkan penghargaan,” ucap Betty.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds